Minggu, 06 Desember 2015

Analisis Program CSR PT ANTAM.tbk

TUGAS PENGANTAR BISNIS
ANALISIS PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONBILITY




BEASELIA SALSABILA YUTIK
1EB02
21215306



MATA KULIAH :PENGANTAR BISNIS
DOSEN : TITI AYEM LESTARI, SE, MM




UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI-S1
2015








KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.










Depok, Desember 2015







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                                                           i

DAFTAR ISI                                                                                                                                       ii


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang                                                                                                                     1
1.2  Visi dan Misi                                                                                                                        1


BAB II LANDASAN TEORI
2.1   Visi dan Misi CSR PT Antam                                                                                         3
2.2   Tujuan CSR PT Antam                                                                                                   3
2.3   Sasaran CSR PT Anta                                                                                                     3
2.4   Konsep CSR Antam                                                                                                        4
2.5  Program CSR Antam                                                                                                      4
2.6   Rencana Strategis Program CSR                                                                                  7
2.7   Mekanisme Pelaksanaan CSR                                                                                       7

BAB  III  PEMBAHASAN
            3.1 Analisis Program CSR PT Antam                                                                                    9

BAB IV PENUTUP
            4.1 Kesimpulan                                                                                                                   11
            4.2 Saran                                                                                                                            11



DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                           12









BAB I
PENDAHULUAN



1.1             Latar Belakang dan Sejarah
Antam adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan mineral yang terdiversifikasi dan terintegrasi secara vertikal. Kekuatan utama PT Antam Tbk. adalah biaya operasi kami yang rendah, cadangan dan sumber daya nikel dan bauksit yang luas dan berkualitas tinggi, struktur finansial yang solid, pengalaman selama hampir empat puluh tahun, lokasi kami di Indonesia yang kaya akan sumber daya mineral, wilayah ekplorasi yang luas dan karyawan yang loyal dan berdedikasi. Komoditas usaha pertambangan kami adalah nikel, emas dan bauksit.
Tujuan utama Antam adalah untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih baik serta melaksanakan hal tersebut dengan cara yang berkesinambungan. Strategi utama Antam adalah untuk mendapatkan nilai sebanyak mungkin dari cadangan perusahaan dengan bergerak ke bidang hilir dan melakukan kegiatan-kegiatan pengolahan yang mempunyai nilai tambah lebih besar daripada hanya sekedar mengekspor bijih. Antam juga mempertimbangkan untuk mendiversifikasikan usahanya ke komoditas tambang lainnya selama hal tersebut mendatangkan imbal hasil yang baik dan sesuai dengan bisnis Antam. Secara umum Antam lebih tertarik pada asset yang berada di Indonesia karena hal tersebut mendatangkan imbal hasil yang lebih baik dan kami memiliki keunggulan kompetitif karena pengalaman dan pengetahuan Antam dalam menjalankan usaha tambang di negara ini.

1.2             Visi dan Misi
VISI :
Menjadi Korporasi Global Berbasis Pertambangan Dengan Pertumbuhan Sehat Dan Standar Kelas Dunia
MISI
Membangun dan menerapkan praktek-praktek terbaik kelas dunia untuk menjadikan Antam sebagai pemain global. Menciptakan keunggulan operasional berbasis biaya rendah dan teknologi tepat guna dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan hidup. Mengolah cadangan yang ada dan yang baru untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Mendorong pertumbuhan yang sehat dengan mengembangkan bisnis berbasis pertambangan, diversifikasi dan integrasi selektif untuk memaksimalkan nilai pemegang saham. Meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pegawai serta mengembangkan budaya organisasi berkinerja tinggi. Berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi, khususnya pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.




















BAB II
LANDASAN TEORI


Definisi CSR PT Antam Tbk. merupakan suatu komitmen usaha PT Antam Tbk untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama dengan para pihak terkait dengan masyarakat dimanapun PT Antam Tbk berada yang dilakukan terpadu dengan kegiatan usahanya secara berkelanjutan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip praktik usaha yang baik, keadilan ekonomi, keadilan sosial dan keadilan lingkungan.
2.1             Visi dan Misi CSR PT Antam Tbk.
 Visi

Menjadi perusahaan dengan tanggung jawab sosial yangterkemuka dan terpercaya di industri pertambangan Indonesia.
Misi
1.      Mewujudkan CSR yang terpercaya dengan kemanfaatan tinggi stakehold
2.       Mewujudkan CSR yang terbaik diantara perusahaan tambang
3.      Mewujudkan CSR excellent yang mengacu pada standar internasional (ISO 26000, IFC, dan GI)

2.2             Tujuan CSR PT Antam Tbk.
v  Mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya melalui program pendidikan, kesehatan, dan penyediaan infrastruktur.
v  Mendukung penguatan kapasitas tata kelola yang baik untuk seluruh pemangku kepentingan.
v  Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan program CSR.

2.3             Sasaran CSR PT Antam Tbk.
·         Mendukung program-program di tingkat daerah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
·         Mendukung program-program di tingkat daerah khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dasar 9 tahun.
·         Mendukung program-program di tingkat daerah dalam penyediaan infrastruktur yang berbasis kemandirian ekonomi lokal.
·         Mendukung kecukupan pangan melalui aktivitas ekonomi berbasis sumberdaya.
·         Mengembangkan program yang menyangkut penguatan kapasitas kelembagaan,perlindungan budaya lokal, dan pelestarian lingkungan.
·         Terlaksananya program CSR yang didasari tata kelola yang baik melalui pelibatan multipihak. g. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan SDM dalam mengelola program CSR.
·         Meningkatkan profesionalitas unit pelaksana CSR di masing-masing Unit Bisnis

2.4             Konsep CSR Antam
Konsep CSR Antam memadukan prespektif global yang diselaraskan dengan konteks nasional, lokal, komitmen perusahaan, kepentingan pemangku kepentingan, dan tujuan dari tanggung jawab sosial itu sendiri. Inti dari konsep CSR Antam adalah:
a.      komitmen perusahaan
b.      bekerjasama dengan para pemangku kepentingan,
c.       membangun kualitas hidup yang lebih baik,
d.      masyarakat sekitar operasi yang utama
e.      program terpadu dan berkelanjutan.
Penekanan dari komitmen perusahaan tersebut adalah Antam memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan CSR, baik pada tataran lokal, nasional, maupun internasional. Konsep CSR Antam diwujudkan dengan adanya komitmen internal untuk mencapai kepercayaan (trust building) antara masyarakat dan perusahaan, membentuk citra perusahaan yang lebih baik, menciptakan investasi bagi kesinambungan bisnis, dan sarana perusahaan dalam berkontribusi terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar. Indikator kinerja program CSR adalah keberlanjutan (sustainability), dampak (impact), dan cakupan (outreach).
2.5 Program CSR Antam
a.      Program Kemitraan
Program Kemitraan (PK) Antam dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar dengan memberikan bantuan modal usaha dan investasi. Bantuan ini merupakan dana bergulir (revolving fund) yang diambil dari penyisihan maksimal 2% laba bersih tahun sebelumnya. Dalam skala prioritas, pelaksanaan bantuan pinjaman dana diperuntukkan bagi pengusaha mikro, kecil dan menengah, termasuk koperasi yang berda dalam wilayah oprasi Antam. Peruntukkan ini tidak hanya kepada perorangan, tetapi juga kepada kelompok usaha yang memiliki jenis usaha yang sama.
Selain memberikan bantuan pinjaman modal, Antam juga melakukan pembinaan bagi semua mitra binaan yang disebut dengan capacity building. Melalui pembinaan ini Antam berusaha meningkatkan kualitas mitra binaan sehingga mereka diharapkan tidak hanya bersandar pada bantuan perusahaan terus-menerus, namun mampu berkreativitas menuju kemandirian usaha.
1.      Dana Program Kemitraan
Sebagai BUMN pembina, Antam dapat menyalurkan dana pinjaman kepada mitra binaannya secara langsung atau melalui kerjasama dengan BUMN Penyalur dan/atau Lembaga penyalur linnya. Bentuk kerjasama penyalur dana ini dilakukan berdasarkan kontrak yang disetujui oleh kedua belah pihak, serta sesuai degan peraturan yang berlaku.
2.      Kinerja Program Kemitraan
Kinerja Program Kemitraan dinilai darei erektifitas dana yang disalurkan, yakni kemafaata dana tersebut bagi penerima dana, serta tingkat kolektibilitas berupa tingkat pengembalian. Tingkat pengembalian ini adalah pengembalian angsuran yang di dalamnya termasuk jasa administrasi.

b.      Program Bina Lingkungan
Kepekaan Antam atas masalah sosial merupakan wujud kepedulian Antam pada pembangunan masyarakat yang berkualitas. Hal ini yang mendasari Antam melakukan program Bina Lingkungan (BL) yang terstruktur, disamping ketaatan memenuhi peraturan pemerintah. Program Bina Lingkungan (BL) merupakan bentuk pengembalian sebagian keuntungan perusahaan untuk kepentingan sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya disetiap daerah operasi perusahaan yang bersangkutan. Dana yang digunakan adalah maksimal 2% dari laba bersih perusahaan,
c.       Program BUMN Peduli
Program BUMN Peduli 008 dititikberatkan pada dua kegiatan, yakni perogram BUMN peduli pangan dengan memberikan bantuan langsung pangan dan program BUMN peduli pendidikan dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan.
1.      BUMN Peduli Pangan
Dalam program BUMN peduli pangan, Antam berpartisipasi menyalurkan sembako ke seluruh wilayah operasi Antam sebayak 17.541 paket dengan nilai Rp 1,75 miliar. Masyarakat yang menerima bantuan adalah masyarakat yang paling terkena dampak kenaikan harga, yaitu keluarga kurang mampu dan berpenghasilan rendah disekitar wilayah operasi Antam. Bantuan paket sembako yang dibagikan berisi gula pasir, minyak goreng, susu kental manis, sirup, mie instan serta tepunt terigu.
2.      BUMN Peduli Pendidikan
Program BUMN peduli pendidikan dibagi menjadi beberapa program. Untuk lebih memaksimalkan program tersebut, Antam ikut aktif dan fokus berpartisipasi pada tiga kegiatan di tempat yang terpisah, yakni Program Hartomo Mekanik Training Center (HMTC), Balai Besar Pelatihan Kerja Independen (BBLKI) dab International Garmen Training Center (IGTC).
3.      Pemberian Beasiswa
Antam memberikan perhatian besar pada pendidikan anak Indonesia. Antam yakin bahwa pendidkanmerupakan salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup dan memberantas kemiskinan. Disamping itu, melalui pendidikan, Antam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan bangsa menuju masyarakat yang mandiri,serta menciptakan kesempatan bersaing secara nasional maupun internasional. Kepedulian ini diwujudkan dalam bentuk bantuan pendidikan berupa beasiswa,juga bantuan honor guru,serta pembangunan sarana dan prasarana pendidkan seperti pembangunan gedung sekolah,pagar sekolah, dan pemberian buku pembelajaran. Bentuk beasiswa yang diberikan oleh Antam mulai dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Pemberian beasiswa tersebut dioeruntukan bagi pelajar yang tidak mampu namun berprestasi. Khusus untuk beasiswa perguruan tinggi diberikan kepada mahasiswa terpilih, yakni kepada putera daerah. Dalam memberikan beasiswa tingkat strata satu ini Antam bekerjasama dengan berbagai Universitas di Indonesia,misalnya Universitas Haluleo, Kendari; Universitas 19 November, Kolaka; Universita Hasanuddin, Makassar.
4.      Peningkatan Kesehatan
Sebagi upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, Antam telibat aktif dalam perbaikan gizi, khususnya untuk anak balita serta kesehatan masyarakat setempat.
5.      Sarana Ibadah
Disamping fasilitas sosial, umum dan kesehatan, Antam memberikan bantuan pembangunan sarana ibadah untuk berbagai agama dalam jumlah yang seimbang. Beberapa kegiatan untuk mendukung saran ibadah dilakukan misalnya di pulau Malin, Kecamatan Bintan Timur, dan di Kampung Kalong, Pongkor, Jawa Barat. Pembuatan mushola di Pulau Malin dilakukan memenuhi permintaan masyarakat yang memang tidak mempunyai tempat ibadah yang memadai. Pembangunan ini dilakukan bekas tambang. Sedangkan renovasi Masjid Al-Azhar di Pongkor dilakukan karena kondisi masjid yang sudah tidak layak pakai. Renovasi ini dikerjaan bersama-sama dengan masyarakat setempat. Perhatian Antam tidak terhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Dalam bidang keagamaan ini Antam turut berpartisipasi dalam berbagai program seperti penyelenggaraan MTQ Maluku Utara serta perayaan hari-hari besar agama lainnya.
6.      Bantuan Bencana Alam
Antam selalu cepat tanggap dalam memberikan bantuan sosial pada korban bencana alam dalam skala nasional maupun lokal. Bentuk bantuan yang diberikan adalah makanan dan minuman, pakaian, obat-obatan, termasuk penyediaan tenaga dokter.
7.      Pelestarian Alam
Program unggulan BL Antam pada pelesatarian alam adalah dibangunnya Model Kampung Konservasi (MKK) di wilayah Kecamatan Nanggung, Pongkor- Jawa Barat. MKK merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mereka melakukan penanaman lahan-lahan tidur dengan tanaman yang bernilai ekonomis serta bertujuan untuk menjaga ekosistem hayati yang disekitarnya. Kelompok MKK bekerja sama dengan pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) berencana melakukan konservasi lahan kritis dengan lebih terarah dan sekaligus membantu menjaga habitat suaka yang ada di Taman Nasional tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kondisi lingkungan dan pelestarian alam dapat terjaga dengan lebih baik.

2.6                         Rencana Strategis Program CSR (Grand strategy and milesstone CSR program).
Rencana yang mengintegrasikan dan mengakomodasi karakteristik, masalah, kebutuhan, dan potensi seluruh wilayah operasi PT Antam. Adapun program selama 5 tahun dibagi sebagai berikut:
Program Jangka Pendek adalah Program dengan Jangka Waktu 1 sampai 2 tahun
Program Jangka Menengah adalah Program dengan Jangka Waktu 2 sampai 3 tahun
Program Jangka Panjang adalah Program dengan Jangka Waktu 3 sampai 5 tahun
2.7 Mekanisme Pelaksanaan CSR (CSR procedure),
·         Sistem koordinasi kelembagaan
·         Prosedur/mekanisme dalam implementasi program
·         Pola komunikasi, baik internal maupun eksternal
Berbagai program CSR yang dilaksanakan disasarkan pada :
·         Mendukung program-program di tingkat daerah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, meningkatkan kesehatan ibu dan anak
·         Mendukung program-program di tingkat daerah khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dasar 9 tahun
·         Mendukung program-program di tingkat daerah dalam penyediaan infrastruktur yang berbasis kemandirian ekonomi local
·         Mendukung kecukupan pangan melalui aktivitas ekonomi berbasis sumberdaya
·         Mengembangkan program yang menyangkut penguatan kapasitas kelembagaan, perlindungan budaya lokal, dan pelestarian lingkungan
·         Terlaksananya program CSR yang didasari tata kelola yang baik melalui pelibatan multi pihak
·         Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan SDM dalam mengelola program CSR
·         Meningkatkan profesionalitas unit pelaksana CSR di masing-masing Unit Bisnis.






















BAB III
PEMBAHASAN


ANALISIS PROGRAM CSR PT ANTAM Tbk.
Program CSR Antam Tbk., dapat dilihat dari tiga bidang yaitu:
1.      Bidang Ekonomi
Sebagai perusahaan pertambangan dan pengelolaan mineral terkemuka, kegiatan operasi Antam yang terintegrasi bertujuan menciptakan nilai bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Pencapaian nilai dan kinerja ekonomi perusahaan yang baik menjadi dasar untuk melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial yang semakin terpola. Bentuk tanggung jawab perusahaan di bidang ekonomi ditunjukan dengan berkontribusi secara aktif terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui Program Kemitraan (PK). Antam juga memaparkan kontribusi perusahaan terhadap Negara melalui pembayaran pajak, royalty, dan deviden.
2.      Bidang Lingkungan
Antam mewujudkan komitmen pada pelestarian lingkungan dengan melakukan penutupan tambang sesuai peraturan. Kegiatan pemulihan lingkungan pasca tambang ini disesuaikan dengan tata ruang dan telah berjalan dengan baik. Selain mempertahankan proses kunci dalam pengelolaan lingkungan dengan penerapan system manajemen lingkungan berdasarkan ISO 14001, Antam Pongkor berhasil meraih prestasi “PROPER Hijau”. PROPER Hijau merupakan sertifikasi kedua di bawah PROPER Emas yang terbilang istimewa untuk didapatkan oleh perusahaan di bidang pertambangan karena berarti berhasil menerapkan pengelolaan lingkungan melebihi peraturan yang telah ditetapkan dan mengimplementasikan program CSR dengan baik.
3.      Bidang Sosial
Tanggung jawab Antam di bidang social diwujudkan dalam program Pengembangan Masyarakat (community development/Comdev) dan Bina Lingkungan. Kegiatan Pengembangan Masyarakat bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain melalui pemberian beasiswa dan peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, serta kegiatan social yang mengarah pada bantuan masyarakat, misalnya pembangunan infrastruktur dan pembagian sembako. Kegiatan tanggung jawab di bidang Comdev dan bina lingkungan ini dilakukan secara terus menerus dan merata di seluruh wilayah operasi Antam. Pencapaian Antam yang menonjol dalam bidang social ditandai dengan meningkatnya secara signifikan tingkat kesejahteraan, tingkat kesehatan, tingkat kualitas pendidikan, misalnya yang terjadi di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, daerah di mana Unit Bisnis Pertambangan Nikel Antam beroperasi. Pencapaian ini tidak hanya berdampak langsung pada masyarakat di daerah tersebut, namun mendorong kerjasama yang lebih erat antara perusahaan dan pemerintah. Pencapaian tersebut menggambarkan prinsip dasar kegiatan tanggung jawab social dalam tiga pilar utama (trimitra): perusahaan, pemerintah, dan masyarakat yang saling berhubungan, serta tali temali antar program yang tidak dapat dipisahkan (triple bottom line).

Perusahaan pertambangan seperti Antam, rentan terhadap isu-isu lingkungan dan keselamatan. Oleh karena itu dalam kegiatan pertambangan, Antam haruslah berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan, memperhatikan kelestarian lingkungan, serta berpartisipasi mengembangkan masyarakat disekitar kegiatan pertambangan. Selain itu, operasi penambangan pada saat sekarang tidak hanya memerlukan lisensi formal yang berbentuk izin eksplorasi atau eksploitasi, melainkan juga dukungan sosial. Dukungan sosial itulah yang mengamankan kegiatan penambangan. Dukungan ini hanya akan diperoleh bila masyarakat di sekitar operasi Antam tidak dirugikan, tetapi justru memperoleh manfaat atas keberadaan perusahaan.

Antam  tetap harus secara terus menerus melakukan analisis dan respons terhadap tantangan yang dihadapi dalam bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk mendukung pengembangan strategi yang berkelanjutan dalam bentuk pembuatan program yang memang dibutuhkan. Meningkatkan profesionalitas unit pelaksana CSR di masing-masing Unit Bisnis.
Analisis dampak secara mendalam merupakan langkah awal untuk memahami tantangan-tantangan keberlanjutan dan akan dicapai melalui transparansi dengan stakeholder. Antam melakukan usaha-usaha yang maksimal untuk mengevaluasi dampak-dampaknya melalui kolaborasi dengan karyawan dan para stakeholders yang terkena dampak terbesar. Oleh karena itu penerapan dan pengelolaan tanggung jawab sosial (CSR) Antam berfokus pada hal-hal yang dapat dilakukan di tataran lokal, sekalipun nasional, bahkan internasional. Pada intinya, Antam berupaya ”menghidupkan” konsep pembangunan berkelanjutan melalui praktik dan implementasi kerja efektif sehari-hari. Hal ini dicapai dengan adanya panduan operasional bagi setiap individu di seluruh wilayah kegiatan Antam
Antam dituntut untuk dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat yang berada pada wilayah operasi Antam, sedangkan tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi karena ada proses evaluasi terlebih dahulu sehingga menyebabkan gangguan operasi produksi dan pada akhirnya perusahaan bisa tidak sustain. Namun sejauh ini Antam berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat dan stakeholders.





BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
PT. Antam Tbk merupakan salah satu perusahaan pertambangan dalam bentuk (BUMN) di indonesia yang telah memili divisi khusus untukCorporate Social Responsibility (CSR) yang bernama CSR group. Corporate Social Responsibility (CSR) Pt Antam Tbk dimulai sejak tahun 2005 yang didasari oleh kesadaran pentingnya berbagi masyarakat yang tertuang dalam komitmen dan  misi Antam. Akan tetapi, tanggungjawab social yang dilakukan oleh Pt Antam Tbk melalui program kesehatan, pendidikan, social, ekonomi, budaya dan lingkungan .
PT. Antam Tbk memandang Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai suatu kewajiban sehingga dapat diartikan bahwa cara pandang PT. Antam Tbk terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebagai upaya untuk memenuhi kewajiban (compliance). Selain itu, kebijakan Pt. Antam Tbk yang terdapat pada laporan tahunan Antam menyatakan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagi semangat untuk berbagi upaya dalam menyejahterakan masyarakat.
4.2 Saran
Upaya tanggung jawab social yang dilakukan oleh PT. Antam Tbk telah dijalankan berdasarkan aktivitas kebijakan yang ada pada perusahaan dan di dukung oleh peraturan dari Menteri BUMN. Kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Antam Tbk sebaiknya tidak hanya tercantum dalam suatu misi  dan komitmen Antam, akan tetapi perlu didukung oleh suatu standar atau prosedur khusus mengenai  Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya spesifikasi dan pembuktian bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) memang perlu mendapat suatu perhatian.






DAFTAR PUSTAKA






Minggu, 15 November 2015

Makalah Contoh Pelanggaran Etika Bisnis




KEBIJAKSANAAN BISNIS YANG MELANGGAR ETIKA BERBISNIS




BEASELIA SALSABILA YUTIK
1EB02
21215306



MATA KULIAH :PENGANTAR BISNIS
DOSEN : TITI AYEM LESTARI, SE, MM




UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI-S1
2015














KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Karena ini adalah bagian dari mata kuliah Etika Bisnis.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.










Depok, November 2015






















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .………………………………………………....…..…………………….……i

DAFTAR ISI …………………………………………………........................................……………..ii


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………..................……………..……….………..……….…….............1


BAB II ETIKA BISNIS

2.1. Pengertian Etika Bisnis…………...…………………………………………………….…2
2.2. Macam-macam Prinsip Etika ………………………………………………………….….2
2.3. Hal-Hal yang Harus Diketahui dalam Menciptakan Etika Bisnis ……………………...…3
2.4. Jenis masalah yang dihadapi dalam Etika ……….……………………………………..…4
2.5. Sasaran dan Ruang Lingkup Etika Bisnis ………......………………………………….…4

BAB III PEMBAHASAN
3.1. Profil Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper ……………………………......……6
3.2. Permasalahan ………………...………………………...……………….…………………7
4.3. Analisa Masalah …………………………………………………………..………………8

BAB III           PENUTUP
                        Kesimpulan …………………………………………………..…….………………...10
                        Saran ……………...……………………...……………………….…………………..10




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar belakang

Etika  merupakan  keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah, atau tindakan yang baik dan yang buruk, yang mempengaruhi  hal  lainnya.  Nilai-nilai  dan  moral  pribadi  perorangan  dan  konteks  sosial menentukan  apakah  suatu  perilaku  tertentu  dianggap  sebagai  perilaku  yang  etis  atau  tidak etis.  Dengan  kata  lain,  perilaku  etis  merupakan  perilaku  yang  mencerminkan  keyakinan perseorangan  dan norma-norma sosial  yang  diterima  secara  umum  sehubungan  dengan tindakan-tindakan  yang  benar  dan  baik.  Perilaku  tidak  etis  adalah  perilaku  yang  menurut keyakinan  perseorangan  dan  norma-norma  sosial  dianggap  salah  atau  buruk
Etika  merupakan  keyakinan  mengenai  tindakan  yang  benar  dan  yang  salah,  atau  tindakan yang  baik  dan  yang  buruk,  yang  mempengaruhi  hal  lainnya.  Nilai-nilai  dan  moral  pribadi perorangan  dan  konteks  sosial  menentukan  apakah  suatu  perilaku  tertentu  dianggap  sebagai perilaku  yang etis atau tidak etis. Etika bisnis adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi. Etika mempengaruhi  perilaku pribadi di lingkungan  kerja. Etika bisnis merupakan hal yang sangat diperlukan oleh suatu perusahaan agar terjadinya persaingan yang bersih dan sehat antar pelaku bisnis.







BAB II
PENGERTIAN ETIKA BISNIS


2.1. Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.


2.2. Macam-macam prinsip etika

Menurut pendapat Michael Josephson, ada 10 prinsip etika, yaitu:Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus-terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong.
2. Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan yang terhormat, tulus hati, berani dan penuh pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat, dan dapat dipercaya.
3. Memeliharan janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, patuh, tidak menginterpretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalitas dengan dalih ketidakrelaan.
4. Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan, dan negara, tidak menggunakan atau memperlihatkan informasi rahasia, begitu juga dalam suatu konteks profesional, menjaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan profesional yang bebas dan teliti, dan menghindari hal yang tidak pantas serta konflik kepentingan.
5. Kewajaran/keadilan, yaitu berlaku adil dan berbudi luhur, bersedia mengakui kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaa, serta tidak bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6. Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolong menolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
7. Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat orang lain, kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, tidak merendahkan dan mempermalukan martabat orang lain.
8. Warga negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu mentaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, dan menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9. Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan pesonal maupun pertanggungjawaban profesional, tekun, dapat dipercaya/diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, dan mengembangkan serta mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10. Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki dan menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensinya serta selalu memberi contoh.


2.3. Hal-Hal yang Harus Diketahui dalam Menciptakan Etika Bisnis

Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
 1. Produk yang baik
 2. Managemen yang baik
 3. Memiliki Etika

Dalam menciptakan etika bisnis, ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
 1) Pengendalian diri
 2) Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility
 3) Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
 4) Menciptakan persaingan yang sehat
 5) Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
 6) Menghindari sifat KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) yang dapat merusak tatanan moral
 7) Harus mampu untuk menyatakan hal yang benar itu adalah benar.
 8) Membentuk sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah.
 9) Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
 10) Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
 11) Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan maupun perundang-undangan.



2.4. Jenis masalah yang dihadapi dalam Etika

1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3. Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.


2.5. Sasaran dan Ruang Lingkup Etika Bisnis
Ada 3 sasaran dan lingkup pokok etka bisnis disini yaitu:
1. Pertama etika bisnis mengimbau pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya secara baik dan etis. Bisnis yang baik dan etis akan mempengaruhi keberhasilan usaha dalam jangka panjang, Dan berfungsi menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik dan etis demi nilai-nilai luhur tertentu dan demi kepentingan bisnisnya sendiri. Etika bisnis dalam lingkupnya yang pertama ini tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut secara eksternal
2. Kedua ialah untuk menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, buruh atau karyawan dan masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga. Pada tingkat ini berfungsi untuk menjaga hak hak masing masing dan kewajiban masing masing agar tidak terdapat kecurangan kecurangan yang berfungsi untuk mengambil hak dan kewajiban setiap orang yang bersifat merugikan orang tersebut, disini dituntut harus mengutamakan keadilan dalam setiap bisnis yang dilaukan oleh para pelaku pelaku bisnis.
3. Ketiga ialah etika bisnis juga berbicara mengenai system ekonomi yang sangat etis atau tidaknya suatu praktek bisnis. Pada tingkatan ini etika bisnis berbicara tentang oligopoly,monopoli,kolusi dan praktek semacamnya yang akan merugikan dan mempengaruhi suatu ekonomi di suatu Negara. Disini diperlukan pentingnya legal-politis bagi praktek yang baik, yaitu sangat pentingnya hukum dan aturan bisnis serta pera pemerintah yang efektif menjamin keberlakuan aturan bisnis tersebut secara jelas dan konsekuen tanpa pandang bulu.











BAB III
PEMBAHASAN


3.1. Profil Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper

Suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang pembuatan pulp dan kertas. Perusahaan  ini didirikan oleh bapak Sukanto Tanoto yang lahir pada tahun 1949 yang bermula dari bisnis keluarga hingga menjadi bisnis internasioanl. PT Riau Andalan Pulp and Paper merupakan anak perusahaan Raja Garuda Mas Internasional yang merupakan pemegang saham utama pada APRIL group ( Asia Pacific Resource Internasioanal Holding Ltd.) berkedudukan di Jakarta pada tahun 1989, pada tahun 1995 perusahaan ini mulai beroperasi di provinsi Riau tepatnya di desa Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan, dengan kapasitas hasil produksi mencapai 750.000 ton pulp pertahun.
PT Riau Andalan Pulp and Paper melakukan distribusi pemasaran pulp keluar negeri sekitar 85% dan sisanya 15% dijual pada perusahaan di dalam negeri. Hasil produksi di ekspor ke berbagai negara seperti Amerika, China, Korea, India, Taiwan, Japan, Australia dan negara-negara di Eropa dan Asia Tenggara.
PT Riau Andalan Pulp and Paper dibangun dan dirancang untuk mengusahkan pulp dan kertas berkualitas tinggi, dimana pulp diproduksi secara kimia dengan proses sulfat(kraft). Sistem kontrol diperusahaan ini telah masuk kedalam system ISO ynag digunakan sebgai tanda untuk menentukan kualitas dunia dari suatu produk. Beberapa bahan kima yang digunakan dipabrik diantaranya adlaah CIO2, CL2, NaCl.
            Selain itu PT Riau Andalan Pulp and Paper merupakan perusahaan swasta yang berkembang pesat dan mendapatkan sertifikat ISO 9002 dan ISO 14001. Perusahaan ini menggunakan teknologi produksi yang canggih yaitu superbatch administator digester system dan sistenm produksi yang telah baik dengan pengontrolan yang canggih serta manaejemen yang telah baik, baik dari segi produksinya maupaun pada tingkat cooperate.



3.1.1 Sistem Pengupahan

            Perusahaan akan membayar upah berdasarkan rangking, status jabatan, prestasi dan kepemimpinan. Upah yang dibayar kepada para pekerja termasuk gaji pokok, tunjangan dna lembur.
            Kenaikan gaji berdasrkan penyesuaian ekonomi tahunan dan nilai. Nilai kenaikan upah berdasarkan prestasi karyawan dan upah karwayan akan ditinjau setiap bulan April. Untuk tenaga kerja Indonesia akan menerima THR sebagaimana peraturan ketenagakerjaan Indonesia, setelah 12 bulan masa kerja. Karyawan yang telah bekerja 3 bulan atau lebih akan diberi THR sebgaimana peraturan perushaan. Pembayaran tunjangan dilaksanakan 2 minggu sebelum hari raya/tahun baru dan tidak berlaku untuk tenaga kerja asing. Bonus ditentukan berdasrakan prestasi karyawan dan perusahaan.


3.2. Permasalahan

Akibat persaingan kurang sehat pihak perusahaan kini melakukan berbagai cara untuk merekrut tenaga kerja yang diiming-imingi kenaikan gaji. Berawal dari kekecewaan dengan management PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), ratusan karyawan di masing-masing departemen perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci mengancam bakal hengkang dari perusahaan dan hijrah Ke PT Indah Kiat.
Kekecewaan tersebut dikarenakan perusahaan ini telah ingkar janji dengan para karyawan terkait bonus yang akan diberikan. Dimana sebelumnya, para karyawan yang bekerja di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) diberikan janji oleh pihak management dengan bonus kesejahteraan bila target perusahaan tercapai. Namun meski target perusahaan telah tercapai empat bulan lewat, janji perusahaan yang akan memberikan bonus pada karyawan tak kunjung terealisasi.
Alhasil, para karyawan yang merasa dikecewakan berniat untuk hengkang dari perusahaan kayu milik Taipan Sukanto Tanoto itu. Tak tanggung - tanggung, ada sekitar 80 persen karyawan dari masing-masing departemen yang berencana akan hengkang ke PT Indah Kiat. Namun niat para karyawan agak sedikit terhalang, pasalnya pihak perusahaan tak mau melepaskan begitu saja para karyawannya.
Beberapa Top Management PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) seperti David Ceer, Timo Hakkinen, Elwan Jumandri dan Jhoni W Sida langsung datang ke lokasi di Grand Hotel Pangkalan Kerinci, tempat beberapa karyawan PT Riau Andalan Pupl and Papaer (RAPP) akan melakukan interview dengan PT. Indah Kiat.
Berdasarkai salah satu karyawan di lokasi kejadian, memang ada beberapa orang dari pihak perusahaan berpakaian preman terlihat mondar-mandir di lingkungan hotel. Salah seorang karyawan yang akan diinterview oleh PT Indah Kiat di Pangkalan Kerinci dan wanti-wanti namanya minta dirahasiakan mengakui kekhawatirannya. Pasalnya, dia bersama kawan-kawannya melihat sendiri bahwa pihak perusahaan
PT Riau Andalan Pupl Paper (RAPP) membawa security berpakaian seragam dan bebas datang ke lokasi hotel. Dilain sisi menanggapi hal ini secara pribadi pihak Stokeholder Relations Manager PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) Wan Zak mengatakan, bahwa hal itu tidak benar, soal pengamcanam untuk hengkang sudah kedua kali. Dan untuk keluar dari perusahaan karyawan tergantung kesepakatan Mou kontrak kerja sebelumnya. Jadi tak akan segampang itu untuk keluar dari perusaahan.
Adanya rumor interview oleh pihak perusahaan pulp PT. Indah Kiat, bagi sejumlah karyawan HRD PT Riau Andalan Pulp Paper, menurut wan Zack, tindakan itu merupakan persaingan bisnis yang tak sehat. Dan dinilai merusak etika bisnis. Ia menambahkan selama ini karyawannya telah mendapat ilmu pengetahuan dan bimtek yang cukup handal lalu kenapa tiba-tiba ada perusahaan yang merekrut dengan sistem persaingan tak sehat.


4.3. Analisa Masalah

Menut penulis disini ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kedua perusahaan diatas. Hal pertama adalah kesalahan yang dilakukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang sudah melanggar Prinsip Etika bisnis yaitu prinsip kejujuran, prinsip keadilan dan prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik. Pada prinsip kejujuran, perusahaan sudah ingkar janji atau telah melanggar perjanjian dengan para karyawan mengenai pemberian bonus jika target perusahaan tercapai, perjanjian yang disepakati bersama telah diabaikan oleh PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) sehingga menimbulkan kekesalan para karyawannya dan mengakibatkan banyak yang mengancam keluar dari perusahaan.
Sedangkan pada prinsip keadilan , disini ada kaitanya dengan prinsip kejujuran dimana perusahaan seharusnya memberikan sesuatu yang sudah menjadi hak para karyawan tersebut, di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya, tetapi persuahaan malah mengaibakannya hanya memikirkan keuntungan perushaan tanpa memikirkan nasib para karyawannya.
Dan yang terakhir yaitu Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik dimana pada kasus ini yang diuntungkan hanya satu pihak yaitu pihak PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) padahal akan lebih baik dan bijak jika kedua belah pihak sama-sama merasa keuntungan yaitu di pihak perusahaan telah mencapai targetnya dan di pihak para karyawannya akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka yaitu bonus dari kerja keras mereka selama ini. Jika saja perusahaan lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan maka hal – hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi.
Untuk PT Indah kiat juga sebaiknya tidak langsung mengambil kesempatan dalam kesempitan pada situasi yang dialami oleh PT Riau Andalan Pulp Paper, karena permasalahan antara PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) dengan para karyawannya belum selesai tidak diketahui secara pasti, akan lebih baik bijak seandainya jika PT Indah kiat tidak mengambil keuntungan dari konflik tersebut.

















BAB IV
PENUTUP


4.1. Kesimpulan

Dalam kehidupan berbisnis di zaman sekarang etika bisnis sangat diperlukan sekali, karena dengan memiliki etika bisnis dalam menjalankan suatu perusahaan maka akan mengurangi hal-hal yang merugikan baik dari pihak perusahaan, pihak karyawan-karyawannya maupun lingkungan eksternal perusahaan yang tidak akan ada yang dirugikan dan tidak akan ada yang menjadi korban. Tetapi jika dalam suatu perusahaan tidak menggunakan etika bisnis maka akan merugikan salah satu pihak tersebut seperti pada kasus PT Riau Andalan Plup and Paper yang melakukan pelanggaran etika bisnis dengan tindakan ketidak jujuran dan ketidak adilan terhadapa para karyawannya akan janji yang telah diberikan perusahaan. Akibat hal ituh tentu saja akan membawa dampak yang tidak baik bagi kelangsungan hidup perusahaan. PT Riau Andalan Pulp and Paper telah membohongi  dan mengikari janji kepada para karyawannya. Berdasarkan inti uraian pembahasan, yaitu mengenai kasus pelanggaran etika dalam bisnis khususnya dalam hal ketidak jujuran, ketidak adilan yang telah dilakukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper terkait masalah pemberian bonus kepada para karyawannya yang telah ada perjanjian antara pihak PT Riau Andalan Pulp and Paper dengan pihak karyawannya.

4.2.Saran

1. Bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper agar lebih memperhatikan lagi kelangsungan hidup para karyawannya dengan jangan memberikan iming-iming yang nantinya tidak akan dapat terlealisasikan. Sebaiknya hasil kerja keras karyawan dibayar dengan apa yang telah mereka kerjakan. Dengan begitu maka pelanggaran dalam prinsip etika bisnis dapat dihindarkan demi masa depan perusahaan tersebut.
2. Apabila dalam suatu perusahaan sedang terjadi permasalahan internal, jangan sekali-kali bagi perusahaan lain untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. Agar kehidupan bisnis dinegara kita akan semakin maju berlandaskan pada kejujuran, keadilan dan perbuatan-perbuatan yang baik serta melakukan persaingan dengan cara sehat.

Daftar Pustaka