MANFAAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL
BAGI INDONESIA
Secara
Umum
Menurut
salah satu pakar ekonomi Indonesia yaitu Sadono Sukirno menyebutkan ada
beberapa manfaat perdagangan internasional secara umum yaitu.
- Dapat dengan mudah memperoleh barang yang tidak diproduksi oleh negara sendiri.
- Memperoleh keuntungan dari jenis spesialisasi, walaupun pada dasarnya negara tersebut mampu memproduksi barang yang diimpor.
- Memperluas pasar dan menambahkan keuntungan yang banyak.
- Membuat rakyat memahami transfer teknologi yang modern.
Bidang
Ekonomi
- Dapat memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia dengan cara bekerja sama dengan negara lain. karena pada dasarnya suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya hubungan dengan negara lain.
- Menambah kemakmuran negara Indonesia, karena dengan adanya perdagangan internasional dapat menaikkan pendapatan masing-masing dari setiap negara.
- Menambah kesempatan kerja, karena adanya perdagangan internasional membuat para pengekspor dapat menambah jumlah produksi untuk konsumsi luar negeri. Dengan naiknya tingkat produksi suatu barang atau jasa tentu akan memperluas kesempatan kerja.
- Mendorong kemajuan IPTEK. Karena pada dasarnya setiap produsen akan meningkatkan mutu barang dan jasa untuk bersaing dengan negara lain. dengan adanya persaingan tersebut membuat para produsen menguasai ilmu dan teknologi untuk membuat produknya menjadi unggul
- Sumber pemasukkan negara Banyak negara yang memanfaatkan pendapatan negara dari pajak impor dan ekspor. Karena dengan adanya perdagangan ini dapat meningkatkan devisa suatu negara.
Bidang Sosial
Ada
beberapa fungsi bidang sosial yang didapatkan dari perdagangan internasional,
antara lain :
- Mencegah terjadinya krisis, misalnya di suatu negara sedang mengalami krisis salah satu bahan pokok misalnya beras. Maka negara yang banyak menghasilkan beras dapat meengksporkan beras kepada negara yang sedang mengalami krisis.
- Mempererat hubungan sosial antar bangsa, karena biasaanya perusahaan besar disuatu negara akan mempekerjakan warga negara asing, maka dengan begitu dapat mempererat hubungan negara.
Bidang
Politik
Untuk
manfaat pada bidang politik, perdagangan internasional dapat mempererat
hubungan politik antar negara. Karena ketika menjalin kerja sama, maka antar
negara akan mendapatkan keuntungan satu sama lain dan dapat mempererat hubungan
persahabatan dan perdagangan. Selain itu, antar negara akan selalu merasa
saling membutuhkan dan akan mempererat hubungan tersebut.
DAMPAK PERDANGANGAN INTERNASIONAL
BAGI INDONESIA
Beberapa
dampak perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia antara lain
sebagai berikut :
Dampak Positif
a) Memungkinkan Terjadinya Spesialisasi
Perdagangan
internasional mendorong negara-negara melakukan spesialisasi produksi sehingga
Indonesia harus memilih kegiatan produksi sesuai dengan kekhasan sumber daya
yang dimiliki agar dapat menjadi faktor produksi yang unggul dan menghasilkan
produk berkualitas dengan harga yang murah.
b) Efisiensi dalam Kegiatan Produksi
Efisiensi dalam
kegiatan produksi mengolah sumber daya
untuk menghasilkan suatu barang yang lebih murah dari negara lain. Biaya produksi yang lebih murah akan menghasilkan produk dengan
harga yang bersaing di pasar internasional
c)
Tantangan Menghasilkan Produk
Berkualitas
Tersebarnya
produk buatan luar negeri di pasar Indonesia sukar dibendung. Keadaan itu
menjadi tantangan Indonesia untuk juga dapat menghasilkan produk yang mutunya
lebih baik.
d) Peluang
Meningkatkan Ekspor
Kemampuan
secara tepat menetukan keunggulan komparatif secara keseriusan menghasilkan
produk berkualitas internasional yang membawa peningkatan jumlah ekspor.
e)
Alih Teknologi dari Negara-negara Maju
Perdagangan
internasional mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam negeri, terutama dalam
bidang industri, dengan munculnya teknologi baru yang lebih modern dapat
membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat.
Indonesia sebagai negara produsen dengan komoditas pertanian yang besar,
Indonesia dapat membeli teknologi-teknologi tinggi sesuai komoditas yang ada.
f)
Meningkatkan Pendapatan Penduduk
Dengan adanya
perdagangan internasional Indonesia dapat meningkatkan pendapatan penduduknya
dengan cara melakukan ekspor ke negara-negara maju.
Dampak Negatif
·
Apabila negara tidak memiliki
keunggulan komparatif dan keunggulan bersaing negara akan menjadi sasaran
penjualan dan kebanjiran barang dan jasa dari negara lain. Sehingga impor
meningkat dan akan mengurangi cadangan devisa negara.
·
Masuknya produk barang dan jasa secara
bebas di dalam negeri akan mengancam kelangsungan industri dalam negeri untuk
mengurangi produktifitasnya sehingga
kesempatan kerja berkurang. Pendapatan nasional akan menurun dan perekonomian
nasional akan menurun.
·
Masuknya pengaruh budaya asing yang
bertentangan dengan kepribadian bangsa akan mengancam generasi muda dan moral
bangsa Indonesia
·
Tingginya semangat untuk mencapai
efisiensi dan profit motif cendrung menurun atau hilangnya solidaritas sosial
dan nasionalisme.
·
Barang-barang produksi dalam negeri
terganggu akibat masuknya barang impor yang di jual murah dalam negeri, yang
menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar.
·
Apabila tidak mampu bersaing maka
pertumbuhan perekonomian Indonesia akan semakin rendah dan bertambahnya
pengangguran dalam negeri.
·
Tidak terjaminnya halal bagi makanan
dan minuman yang diimpor. Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya
adalah muslim. Namun dari makanan dan minuman yang diimpor tidak terjamin
kehalalannya.
HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DI INDONESIA
Dalam perdagangan internasional hubungan antarnegara tidak
selalu berjalan dengan lancar. Pasti ada beberapa hambatan yang akan
mempengaruhi kegiatan perdagangan internasional. Beberapa hambatan dalam
perdagangan internasional yaitu sebagai berikut :
1.
Perbedaan
mata uang antara negara pengekspor dengan pengimpor.
Adanya perbedaan mata uang antara
negara satu dengan negara lain, seperti rupiah dengan dollar Amerika dapat
mengurangi kelancaran dalam pembayaran perdaganganinternasional, karena selain
nilainya yang berbeda, juga tidak setiap orang Amerika mau dibayar dengan rupiah,
demikian juga sebaliknya
2.
Adanya
kebijakan impor yang dilakukan suatu Negara
Dengan adanya kebijakan impor yang
diberlakukan oleh suatu negara akan menghambat dan membatasi masuknya barang ke
negara lain karena masing masing negara akan berusaha untuk melindungi produk
dalam negerinya, seperti adanya kuota impor atau larangan impor terhadap
barang-barang tertentu.
3.
Perbedaan
bahasa antara negara pengekspor dengan pengimpor
Adanya perbedaan bahasa antara
negara pengekspor dengan pengimpor akan dapat menghambat perdagangan
internasional, seperti antara negara Indonesia dengan negara Filipina. Baik
importir maupun eksportir harus saling berkomunikasi dan saling mengetahui
maksud dan keinginannya, apabila ada kendala dalam komunikasi maka transaksi
perdagangan antarkedua belah pihak sulit terjadi.
4.
Adanya
pengenaan bea masuk yang tinggi
Untuk melindungi produksi dalam
negeri dari produk luar negeri maka setiap Negara akan melakukan tindakan,
salah satunya adalah dengan mengenakan bea masuk yang tinggi terhadap produk
luar negeri yang masuk ke dalam negeri. Hal ini dapat menghambat perdagangan
antarnegara.
5.
Adanya
perbedaan ketentuan atau peraturan
Setiap negara mempunyai ketentuan
dan peraturan sendiri dalam mengatur perdagangan dengan negara lain. Tentu saja
ketentuan antara negara satu dengan negara lainnya berbeda. Hal inilah yang
dapat menghambat perdagangan internasional, karena negara pengekspor harus
mematuhi ketentuan yang berlaku di Negara pengimpor, begitu juga sebaliknya.
Misalnya Indonesia sebagai pengekspor tekstil ke Amerika, harus mematuhi
ketentuan-ketentuan dalam perdagangan yang berlaku di Amerika.
PERAN PERDAGANGAN INTERNASIOANAL TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA
Meningkatkan Cadangan Valuta Asing
(Devisa Negara)
Perdagangan
ekspor-impor dilakukan dengan menggunakan mata uang asing (biasanya dalam
bentuk US$ dan Euro). Ekspor menghasilkan pemasukan devisa dalam bentuk valuta
asing yang selanjutnya dapat digunakan untuk membiayai impor. Selain itu,
pemerintah juga menarik bea atas kegiatan ekspor-impor. Bea yang dikenakan pada
kegiatan ekspor-impor merupakan pendapatan negara yang dapat digunakan untuk
membiayai pembangunan sektor-sektor ekonomi di dalam negeri.
Pertumbuhan Output di Dalam Negeri
dan Peningkatan Pendapatan Nasional
Lebih
dari 63% kenaikan ekspor Januari-Agustus 2006 disebabkan oleh kenaikan
komoditas-komoditas seperti karet dan barang dari karet, bahan bakar mineral,
tembaga, bijih timah, kerak dan abu logam, lemak dan minyak hewan/nabati serta
kertas/karton. Meningkatkan ekspor atas komoditas-komoditas tersebut berarti
pula meningkatkan produksi. Peningkatan produksi berdampak pada peningkatan
pendapatan. Negara yang memproduksi barang dengan orientasi ekspor maka
peningkatan permintaan dunia terhadap produk-produknya akan member dorongan
positif terhadap pertumbuhan produksi di dalam negeri. Pertumbuhan output
terjadi karena peningkatan produktivitas dari faktor-faktor produksi yang
digunakan seperti tenaga kerja dan barang modal sehingga akan berdampak pula
pada peningkatan pendapatan nasional.
Realokasi Sumber Daya Produksi,
Diversifikasi Output, dan Internal Returns To Scale dari Perusahaan yang
Mengekspor
Peningkatan
produksi akan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak sehingga penggunaan
sumber daya produksi dapat dioptimalkan. Misalnya, pada bidang usaha konveksi,
penggunaan mesin dapat dioptimalkan dengan melakukan sistem jam kerja 3 shif.
Dengan demikian, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih banyak sehingga akan
dicapai efisiensi kerja yang lebih tinggi, antara lain efisiensi listrik;
digunakan atau tidak tetap akan dikenai biaya tarif dasar listrik (TDL). Selain
itu, waktu penyelesaian produksi juga akan lebih cepat. Realokasi sumber daya
produksi adalah bahwa dengan adanya kegiatan ekspor maka sumber daya produksi
seperti sumber daya alam dan tenaga kerja dapat digunakan secara optimal dengan
cara direalokasikan ke industri-industri yang melakukan ekspor tersebut. Dengan
meningkatnya ekspor, maka industri dapat terus mengembangkan diri dengan
memproduksi jenis-jenis barang lain sehingga tercipta diversifikasi produk.
Bila perusahaan atau industri dapat mencapai titik optimal (tingkat
produktivitas atau efisiensi kerja yang tinggi) maka akan membuat biaya
produksi per satu unit output menurun atau mencapai titik terendah (internal
returns to scale).
Daftar Pustaka
1)
Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Kedua.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
2)
Sukirno, Sadono. 2010. Makroekonomi
Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
3)
Winardi, 1998, Pengantar Ilmu Ekonomi, Edisi IV. Bandung: Tarsito
4)
Duwi, Putra. pengaruh perdagangan
internasional terhadap perekonomian Indonesia. Diakses Pada tanggal 17 Juni
2016 Pukul 22.10
5)
Tren Media. Manfaat Perdagangan
Internasional Bagi Indonesia. Diakses Pada tanggal 17 Juni Pukul 22.13
6)
Lestari. Hambatan perdagangan internasional di Indonesia. Diakses Pada
tanggal 17 Juni Pukul 22.13
7)
Respati,
Dian. Peran Perdagangan Internasioanal Terhadap Perekonomian. Diakses Pada
tanggal 19 Juni Pukul 12.30 .
http://ekonomisku.blogspot.co.id/2015/01/peran-perdagangan-internasioanal.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar