Minggu, 15 November 2015

Makalah Contoh Pelanggaran Etika Bisnis




KEBIJAKSANAAN BISNIS YANG MELANGGAR ETIKA BERBISNIS




BEASELIA SALSABILA YUTIK
1EB02
21215306



MATA KULIAH :PENGANTAR BISNIS
DOSEN : TITI AYEM LESTARI, SE, MM




UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI-S1
2015














KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Karena ini adalah bagian dari mata kuliah Etika Bisnis.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.










Depok, November 2015






















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .………………………………………………....…..…………………….……i

DAFTAR ISI …………………………………………………........................................……………..ii


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………..................……………..……….………..……….…….............1


BAB II ETIKA BISNIS

2.1. Pengertian Etika Bisnis…………...…………………………………………………….…2
2.2. Macam-macam Prinsip Etika ………………………………………………………….….2
2.3. Hal-Hal yang Harus Diketahui dalam Menciptakan Etika Bisnis ……………………...…3
2.4. Jenis masalah yang dihadapi dalam Etika ……….……………………………………..…4
2.5. Sasaran dan Ruang Lingkup Etika Bisnis ………......………………………………….…4

BAB III PEMBAHASAN
3.1. Profil Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper ……………………………......……6
3.2. Permasalahan ………………...………………………...……………….…………………7
4.3. Analisa Masalah …………………………………………………………..………………8

BAB III           PENUTUP
                        Kesimpulan …………………………………………………..…….………………...10
                        Saran ……………...……………………...……………………….…………………..10




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar belakang

Etika  merupakan  keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah, atau tindakan yang baik dan yang buruk, yang mempengaruhi  hal  lainnya.  Nilai-nilai  dan  moral  pribadi  perorangan  dan  konteks  sosial menentukan  apakah  suatu  perilaku  tertentu  dianggap  sebagai  perilaku  yang  etis  atau  tidak etis.  Dengan  kata  lain,  perilaku  etis  merupakan  perilaku  yang  mencerminkan  keyakinan perseorangan  dan norma-norma sosial  yang  diterima  secara  umum  sehubungan  dengan tindakan-tindakan  yang  benar  dan  baik.  Perilaku  tidak  etis  adalah  perilaku  yang  menurut keyakinan  perseorangan  dan  norma-norma  sosial  dianggap  salah  atau  buruk
Etika  merupakan  keyakinan  mengenai  tindakan  yang  benar  dan  yang  salah,  atau  tindakan yang  baik  dan  yang  buruk,  yang  mempengaruhi  hal  lainnya.  Nilai-nilai  dan  moral  pribadi perorangan  dan  konteks  sosial  menentukan  apakah  suatu  perilaku  tertentu  dianggap  sebagai perilaku  yang etis atau tidak etis. Etika bisnis adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi. Etika mempengaruhi  perilaku pribadi di lingkungan  kerja. Etika bisnis merupakan hal yang sangat diperlukan oleh suatu perusahaan agar terjadinya persaingan yang bersih dan sehat antar pelaku bisnis.







BAB II
PENGERTIAN ETIKA BISNIS


2.1. Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.


2.2. Macam-macam prinsip etika

Menurut pendapat Michael Josephson, ada 10 prinsip etika, yaitu:Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh, terus-terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong.
2. Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan yang terhormat, tulus hati, berani dan penuh pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat jahat, dan dapat dipercaya.
3. Memeliharan janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen, patuh, tidak menginterpretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalitas dengan dalih ketidakrelaan.
4. Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan, dan negara, tidak menggunakan atau memperlihatkan informasi rahasia, begitu juga dalam suatu konteks profesional, menjaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan profesional yang bebas dan teliti, dan menghindari hal yang tidak pantas serta konflik kepentingan.
5. Kewajaran/keadilan, yaitu berlaku adil dan berbudi luhur, bersedia mengakui kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaa, serta tidak bertindak melampaui batas atau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6. Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan, tolong menolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.
7. Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat orang lain, kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, tidak merendahkan dan mempermalukan martabat orang lain.
8. Warga negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu mentaati hukum/aturan, penuh kesadaran sosial, dan menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9. Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam pertemuan pesonal maupun pertanggungjawaban profesional, tekun, dapat dipercaya/diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan kemampuan terbaik, dan mengembangkan serta mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.
10. Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki dan menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekuensinya serta selalu memberi contoh.


2.3. Hal-Hal yang Harus Diketahui dalam Menciptakan Etika Bisnis

Menurut Richard De George, bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
 1. Produk yang baik
 2. Managemen yang baik
 3. Memiliki Etika

Dalam menciptakan etika bisnis, ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
 1) Pengendalian diri
 2) Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility
 3) Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
 4) Menciptakan persaingan yang sehat
 5) Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
 6) Menghindari sifat KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) yang dapat merusak tatanan moral
 7) Harus mampu untuk menyatakan hal yang benar itu adalah benar.
 8) Membentuk sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah.
 9) Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
 10) Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
 11) Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan maupun perundang-undangan.



2.4. Jenis masalah yang dihadapi dalam Etika

1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3. Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.


2.5. Sasaran dan Ruang Lingkup Etika Bisnis
Ada 3 sasaran dan lingkup pokok etka bisnis disini yaitu:
1. Pertama etika bisnis mengimbau pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya secara baik dan etis. Bisnis yang baik dan etis akan mempengaruhi keberhasilan usaha dalam jangka panjang, Dan berfungsi menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik dan etis demi nilai-nilai luhur tertentu dan demi kepentingan bisnisnya sendiri. Etika bisnis dalam lingkupnya yang pertama ini tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut secara eksternal
2. Kedua ialah untuk menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, buruh atau karyawan dan masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga. Pada tingkat ini berfungsi untuk menjaga hak hak masing masing dan kewajiban masing masing agar tidak terdapat kecurangan kecurangan yang berfungsi untuk mengambil hak dan kewajiban setiap orang yang bersifat merugikan orang tersebut, disini dituntut harus mengutamakan keadilan dalam setiap bisnis yang dilaukan oleh para pelaku pelaku bisnis.
3. Ketiga ialah etika bisnis juga berbicara mengenai system ekonomi yang sangat etis atau tidaknya suatu praktek bisnis. Pada tingkatan ini etika bisnis berbicara tentang oligopoly,monopoli,kolusi dan praktek semacamnya yang akan merugikan dan mempengaruhi suatu ekonomi di suatu Negara. Disini diperlukan pentingnya legal-politis bagi praktek yang baik, yaitu sangat pentingnya hukum dan aturan bisnis serta pera pemerintah yang efektif menjamin keberlakuan aturan bisnis tersebut secara jelas dan konsekuen tanpa pandang bulu.











BAB III
PEMBAHASAN


3.1. Profil Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper

Suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang pembuatan pulp dan kertas. Perusahaan  ini didirikan oleh bapak Sukanto Tanoto yang lahir pada tahun 1949 yang bermula dari bisnis keluarga hingga menjadi bisnis internasioanl. PT Riau Andalan Pulp and Paper merupakan anak perusahaan Raja Garuda Mas Internasional yang merupakan pemegang saham utama pada APRIL group ( Asia Pacific Resource Internasioanal Holding Ltd.) berkedudukan di Jakarta pada tahun 1989, pada tahun 1995 perusahaan ini mulai beroperasi di provinsi Riau tepatnya di desa Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan, dengan kapasitas hasil produksi mencapai 750.000 ton pulp pertahun.
PT Riau Andalan Pulp and Paper melakukan distribusi pemasaran pulp keluar negeri sekitar 85% dan sisanya 15% dijual pada perusahaan di dalam negeri. Hasil produksi di ekspor ke berbagai negara seperti Amerika, China, Korea, India, Taiwan, Japan, Australia dan negara-negara di Eropa dan Asia Tenggara.
PT Riau Andalan Pulp and Paper dibangun dan dirancang untuk mengusahkan pulp dan kertas berkualitas tinggi, dimana pulp diproduksi secara kimia dengan proses sulfat(kraft). Sistem kontrol diperusahaan ini telah masuk kedalam system ISO ynag digunakan sebgai tanda untuk menentukan kualitas dunia dari suatu produk. Beberapa bahan kima yang digunakan dipabrik diantaranya adlaah CIO2, CL2, NaCl.
            Selain itu PT Riau Andalan Pulp and Paper merupakan perusahaan swasta yang berkembang pesat dan mendapatkan sertifikat ISO 9002 dan ISO 14001. Perusahaan ini menggunakan teknologi produksi yang canggih yaitu superbatch administator digester system dan sistenm produksi yang telah baik dengan pengontrolan yang canggih serta manaejemen yang telah baik, baik dari segi produksinya maupaun pada tingkat cooperate.



3.1.1 Sistem Pengupahan

            Perusahaan akan membayar upah berdasarkan rangking, status jabatan, prestasi dan kepemimpinan. Upah yang dibayar kepada para pekerja termasuk gaji pokok, tunjangan dna lembur.
            Kenaikan gaji berdasrkan penyesuaian ekonomi tahunan dan nilai. Nilai kenaikan upah berdasarkan prestasi karyawan dan upah karwayan akan ditinjau setiap bulan April. Untuk tenaga kerja Indonesia akan menerima THR sebagaimana peraturan ketenagakerjaan Indonesia, setelah 12 bulan masa kerja. Karyawan yang telah bekerja 3 bulan atau lebih akan diberi THR sebgaimana peraturan perushaan. Pembayaran tunjangan dilaksanakan 2 minggu sebelum hari raya/tahun baru dan tidak berlaku untuk tenaga kerja asing. Bonus ditentukan berdasrakan prestasi karyawan dan perusahaan.


3.2. Permasalahan

Akibat persaingan kurang sehat pihak perusahaan kini melakukan berbagai cara untuk merekrut tenaga kerja yang diiming-imingi kenaikan gaji. Berawal dari kekecewaan dengan management PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), ratusan karyawan di masing-masing departemen perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci mengancam bakal hengkang dari perusahaan dan hijrah Ke PT Indah Kiat.
Kekecewaan tersebut dikarenakan perusahaan ini telah ingkar janji dengan para karyawan terkait bonus yang akan diberikan. Dimana sebelumnya, para karyawan yang bekerja di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) diberikan janji oleh pihak management dengan bonus kesejahteraan bila target perusahaan tercapai. Namun meski target perusahaan telah tercapai empat bulan lewat, janji perusahaan yang akan memberikan bonus pada karyawan tak kunjung terealisasi.
Alhasil, para karyawan yang merasa dikecewakan berniat untuk hengkang dari perusahaan kayu milik Taipan Sukanto Tanoto itu. Tak tanggung - tanggung, ada sekitar 80 persen karyawan dari masing-masing departemen yang berencana akan hengkang ke PT Indah Kiat. Namun niat para karyawan agak sedikit terhalang, pasalnya pihak perusahaan tak mau melepaskan begitu saja para karyawannya.
Beberapa Top Management PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) seperti David Ceer, Timo Hakkinen, Elwan Jumandri dan Jhoni W Sida langsung datang ke lokasi di Grand Hotel Pangkalan Kerinci, tempat beberapa karyawan PT Riau Andalan Pupl and Papaer (RAPP) akan melakukan interview dengan PT. Indah Kiat.
Berdasarkai salah satu karyawan di lokasi kejadian, memang ada beberapa orang dari pihak perusahaan berpakaian preman terlihat mondar-mandir di lingkungan hotel. Salah seorang karyawan yang akan diinterview oleh PT Indah Kiat di Pangkalan Kerinci dan wanti-wanti namanya minta dirahasiakan mengakui kekhawatirannya. Pasalnya, dia bersama kawan-kawannya melihat sendiri bahwa pihak perusahaan
PT Riau Andalan Pupl Paper (RAPP) membawa security berpakaian seragam dan bebas datang ke lokasi hotel. Dilain sisi menanggapi hal ini secara pribadi pihak Stokeholder Relations Manager PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) Wan Zak mengatakan, bahwa hal itu tidak benar, soal pengamcanam untuk hengkang sudah kedua kali. Dan untuk keluar dari perusahaan karyawan tergantung kesepakatan Mou kontrak kerja sebelumnya. Jadi tak akan segampang itu untuk keluar dari perusaahan.
Adanya rumor interview oleh pihak perusahaan pulp PT. Indah Kiat, bagi sejumlah karyawan HRD PT Riau Andalan Pulp Paper, menurut wan Zack, tindakan itu merupakan persaingan bisnis yang tak sehat. Dan dinilai merusak etika bisnis. Ia menambahkan selama ini karyawannya telah mendapat ilmu pengetahuan dan bimtek yang cukup handal lalu kenapa tiba-tiba ada perusahaan yang merekrut dengan sistem persaingan tak sehat.


4.3. Analisa Masalah

Menut penulis disini ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kedua perusahaan diatas. Hal pertama adalah kesalahan yang dilakukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang sudah melanggar Prinsip Etika bisnis yaitu prinsip kejujuran, prinsip keadilan dan prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik. Pada prinsip kejujuran, perusahaan sudah ingkar janji atau telah melanggar perjanjian dengan para karyawan mengenai pemberian bonus jika target perusahaan tercapai, perjanjian yang disepakati bersama telah diabaikan oleh PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) sehingga menimbulkan kekesalan para karyawannya dan mengakibatkan banyak yang mengancam keluar dari perusahaan.
Sedangkan pada prinsip keadilan , disini ada kaitanya dengan prinsip kejujuran dimana perusahaan seharusnya memberikan sesuatu yang sudah menjadi hak para karyawan tersebut, di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya, tetapi persuahaan malah mengaibakannya hanya memikirkan keuntungan perushaan tanpa memikirkan nasib para karyawannya.
Dan yang terakhir yaitu Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik dimana pada kasus ini yang diuntungkan hanya satu pihak yaitu pihak PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) padahal akan lebih baik dan bijak jika kedua belah pihak sama-sama merasa keuntungan yaitu di pihak perusahaan telah mencapai targetnya dan di pihak para karyawannya akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka yaitu bonus dari kerja keras mereka selama ini. Jika saja perusahaan lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan maka hal – hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi.
Untuk PT Indah kiat juga sebaiknya tidak langsung mengambil kesempatan dalam kesempitan pada situasi yang dialami oleh PT Riau Andalan Pulp Paper, karena permasalahan antara PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) dengan para karyawannya belum selesai tidak diketahui secara pasti, akan lebih baik bijak seandainya jika PT Indah kiat tidak mengambil keuntungan dari konflik tersebut.

















BAB IV
PENUTUP


4.1. Kesimpulan

Dalam kehidupan berbisnis di zaman sekarang etika bisnis sangat diperlukan sekali, karena dengan memiliki etika bisnis dalam menjalankan suatu perusahaan maka akan mengurangi hal-hal yang merugikan baik dari pihak perusahaan, pihak karyawan-karyawannya maupun lingkungan eksternal perusahaan yang tidak akan ada yang dirugikan dan tidak akan ada yang menjadi korban. Tetapi jika dalam suatu perusahaan tidak menggunakan etika bisnis maka akan merugikan salah satu pihak tersebut seperti pada kasus PT Riau Andalan Plup and Paper yang melakukan pelanggaran etika bisnis dengan tindakan ketidak jujuran dan ketidak adilan terhadapa para karyawannya akan janji yang telah diberikan perusahaan. Akibat hal ituh tentu saja akan membawa dampak yang tidak baik bagi kelangsungan hidup perusahaan. PT Riau Andalan Pulp and Paper telah membohongi  dan mengikari janji kepada para karyawannya. Berdasarkan inti uraian pembahasan, yaitu mengenai kasus pelanggaran etika dalam bisnis khususnya dalam hal ketidak jujuran, ketidak adilan yang telah dilakukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper terkait masalah pemberian bonus kepada para karyawannya yang telah ada perjanjian antara pihak PT Riau Andalan Pulp and Paper dengan pihak karyawannya.

4.2.Saran

1. Bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper agar lebih memperhatikan lagi kelangsungan hidup para karyawannya dengan jangan memberikan iming-iming yang nantinya tidak akan dapat terlealisasikan. Sebaiknya hasil kerja keras karyawan dibayar dengan apa yang telah mereka kerjakan. Dengan begitu maka pelanggaran dalam prinsip etika bisnis dapat dihindarkan demi masa depan perusahaan tersebut.
2. Apabila dalam suatu perusahaan sedang terjadi permasalahan internal, jangan sekali-kali bagi perusahaan lain untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. Agar kehidupan bisnis dinegara kita akan semakin maju berlandaskan pada kejujuran, keadilan dan perbuatan-perbuatan yang baik serta melakukan persaingan dengan cara sehat.

Daftar Pustaka



Senin, 19 Oktober 2015

Artikel tentang Pengantar Bisnis


ARTIKEL TENTANG PENGANTAR BISNIS






Nama       : Beaselia Salsabila Yutik
NPM         : 21215306
Kelas         : 1EB02





PENGERTIAN BISNIS

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.








PERANAN BISNIS

Profit & continuity                           
Peranan bisnis sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat, karena melalui kegiatan bisnis suatu perusahaan akan dapat memenuhi setiap kebutuhan (needs) keinginan (wants) dari masyarakat konsumen yang beraneka ragam, sehingga konsumen merasa terpuaskan (customer satisfactions). Setiap perusahaan yang berkinerja baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan konsumen maka dipastikan akan memperoleh 'profit' atau keuntungan dan usahanya akan terus berkembang dengan pesat 'going concern'  

Fungsi dasar
Bisnis Fungsi dasar Bisnis antara lain meliputi :
·       Acquiring of raw material
·       Manufactoring of raw material
·       Distributing Product to Consumers
·       Mencari dan menemukan sumber bahan baku
·       Mengolah bahan baku menjadi produk jadi
·       Menyalurkan produk jadi ketangan konsumen  








Konsep Lingkungan Bisnis
Konsep Lingkungan Bisnis Adalah sekumpulan faktor2 tertentu yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya. Faktor2 tersebut meliputi lingkungan eksternal yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu : Politik, Ekonomi, Sosbud dan teknologi, dan lingkungan industri, serta lingkungan internal.


Faktor Perubahan Ekonomi
Yang menjadi faktor perubahan ekonomi yaitu akibat :
  1. adanya era Globalisasi Pasar (Pasar Bebas)
  2. adanya era Teknologi (Informasi)
Pengertian Globalisasi Pasar (Pasar Bebas) adalah dimana adanya kegiatan bisnis yang tidak mengenal batas wilayah, dampaknya ialah yang terkuatlah yang bertahan dan yang paling memiliki marketable value.
Pengertian Teknologi (Informasi) adalah dimana adanya kegiatan bisnis tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui media Informasi (IT) yaitu melalui iklan dan situs online. Sebagai contoh kita sering menjumpai situs-situs iklan maupun jual beli di internet, itu menandakan si pelaku bisnis sudah tidak perlu memiliki subuah toko atau galery yang cukup besar dan mewah karena sudah tergantikan dengan media online.
Ada juga yang mempunyai toko atau galery yang besar dan mewah tapi masih tetap menggunakan media informasi, tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak pengujung atau konsumen untuk membeli produknya, karena di era seperti ini semua kegiatan bisnis tidak bisa lepas dari media informasi salah satunya ialah teknologi informasi.





Penomena Dampak Perubahan
Penomena dampak perubahan adalah :

1. Kekuasaan beralih ke konsumen;
Akibat dari penomena ini produsen dituntut untuk lebih jeli dalam menentukan jenis atau model yang akan diproduksinya yaitu dengan cara melakukan riset pasar, korespondensi dan promosi quiz di tempat-tempat strategis (biasanya di mall) guna mendapatkan informasi mengenai produknya.

2. Skala produksi besar tidak harus dilakukan;
Dengan banyaknya produk serupa, maka produksi skala besar tidak mungkin dilakukan sehingga harus mencari cara agar produksinya bisa besar dan konsumen merasa puas yaitu dengan cara menjaga kualitas barang/produk yang baik, pesanan layanan antar (delivery service) dengan penawaran harga terjangkau/bersaing serta cara-cara lain yang dimaksudkan untuk menarik minat konsumen.

3. Batasan wilayah negara bukan lagi kendala;
Saat ini dinegara kita telah banyak aktifitas bisnis dari berbagai kalangan lintas negara, mereka berasal dari Cina, Malaysia, Singapura dll.

4. Teknologi cepat ditiru;
Saat ini teknologi begitu cepat untuk ditiru, contoh yang paling dominan adalah handphone/gadget dengan harga jual yang jauh lebih murah dari model pertama yang dikeluarkan oleh produsen besar.

5. Setiap saat muncul pesaing;
Secara tidak disadari dari hasil tiruan tersebut, pesaing-pesaing semakin banyak dan kalau tidak ditangani dengan cermat para produsen pelopor akan kalah bersaing.

6. Meningkatnya sensitivitas pada konsumen.
Diakibatkan dari kejadian diatas, otomatis akan menimbulkan berbagai pertimbangan bagi kalangan konsumen, mereka tentunya akan lebih selektif terhadap suatu produk atau barang yang akan mereka beli.














 Daftar Pustaka


Sabtu, 17 Oktober 2015

Proposal Usaha

TUGAS PROPOSAL USAHA

 GIRL’S OUTFIT




Nama       : Beaselia Salsabila Yutik
NPM         : 21215306
Kelas         : 1EB02
Fakultas : Ekonomi
Jurusan    : Akuntansi
Matkul     : Pengantar Bisnis
Dosen       : Titi Ayem Lestari, SE, MM








KATA PENGANTAR


            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat serta karunia-Nya kepada saya. Sehingga saya dapat  menyelesaikan proposal usaha ini yang dengan tepat pada waktunya. Yang dimana proposal usaha ini bernama  “girls outfit”
Proposal ini berisikan tentang bagaimana cara kita untuk membuka suatu bidang usaha. Yang dimana semua tentang cara – cara untuk menentukan lokasi sampai dari modal usaha akan di bahas secara detail.
Diharapkan proposal ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang cara untuk membuka suatu usaha. Saya menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan proposal ini.
Akhir kata, saya  sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan proposal ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan  senantiasa melindungi kita semua dari segala usaha kita. Amin.
                                                                                           












                                                                                                        Depok, 10 oktober 2015












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………..….…….... i
DAFTAR ISI………..……………………………………...…….……………….……………... ii
BAB I Pendahuluan
A.      Latar Belakang….………………………………………………………...…….........……... 1
B.      ProfilPerusahaan............…..……………………………………………….….........………..2
C.      Visi dan Misi………………………...……………………………….…….........…………...3
D.     Tujuan…………..………………………………………………….............……..…………. 4

BAB II Analisis  Aspek pemasaran
A.    Target pasar atau konsumsi ………………………………….………………...…….. 5
B.     Ukuran dan tren pasar …………………………………….…………………...…….. 5
C.     Situasi persaingan.…………………………………….…………………..….……… 5
D.    Kalkulasi/perkiraan bagian pasar…….…………………………….………..……….. 6
E.     Rencana pemasaran…………………………………………………………………... 6

Bab III Analisis Aspek Produksi
A.   Penetapan Harga……………………………………………….…..….………..…………….7
B.   Sumber Produk dan Bahan ………………………………………...………….….………….7
C.   Produk yang di Hasilkan…………………………………………...…….…….…………….7
D.  Rencana Anggaran ……………………………………………...………………..…………. 8


BAB IV
Penutup………………………….………………………………….………………………… 10







BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Usaha pakaian remaja merupakan bisnis yang memiliki prospek cerah. Hal ini didasarkan pada semakin berkembangnya dan tingginya kebutuhan masyarakat terutama remaja terhadap pelayanan yang berhubungan dengan kebutuhan fashion, terutama kaum wanita sangat perfect dalam memilih busana. maka kami berinisiatif untuk membuka suatu usaha baju online yang up to date dan mengerti akan kebutuhan masyarakat.
Banyak orang atau konsumen yang sibuk dan tidak sempat pergi berbelanja untuk memenuhi kebutuhan fashionnya. Dengan perkembangan zaman dan teknologi sekarang orang dapat lebih mudah berbelanja dengan online tanpa harus membuang waktu untuk pergi membeli baju. Membeli baju secara online memang lebih mempersingkat waktu dan lebih efisien.
Dari uraian diatas maka sangat potensial bila kami mengembangkan usaha bisnis baju secara online. Karna setiap orang dari kalangan manapun pasti membutuhkan baju yang fashionable tapi mereka belum tentu mempunyai waktu banyak untuk memilih milih baju ke pusat perbelanjaan. Usaha fashion online ini kami targetkan untuk para remaja yang sedang marak maraknya bergaya.
Dengan alasan dan landasan tersebut kami berniat untuk merintis usaha baju online, dan usaha kami tersebut kami beri nama atas kesepakatan bersama, yaitu : GIRLS OUTFIT. Dengan harapan konsumen tertarik dan dapat mempermudah mereka dalam berbelanja.




B. PROFIL PERUSAHAAN
Nama dan Alamat Perusahaan
Nama perusahaan      : Girls Outfit
Alamat                         : Jl. Jenggala 1 No.18
No. Telp                       : 089666109628

Nama dan Alamat Pemilik
Nama Pemilik             : Beaselia Salsabila Yutik
Amalat pemilik           : Jl. Jenggala 1 No.1
No. Telp                       : 0815967218

Nama dan Alamat Penanggung jawab
Nama              : Keza aliah
Alamat                        : Jl. Persada 2 No.33
No. Telp                       : 0896661096777








C.  Visi dan Misi
Visi :
1.     Menjadikan perusahan pakaian wanita terbaik yang senatiasa mampu bersaing dan tumbuh berkembang dengan sehat.
2.     Sebagai jasa media promosi yang handal di berbagai sarana media di sklala internasional.

Misi :
1.     Menghasilkan laba yang pantas yang untuk mendukung pengembangan perusahaan serta memberikan deviden yang memuaskan bagi para pelanggan.
2.     Memproduksi berbagai jenis pakaian yang terkait dengan kebutuhan masyarakat dengan mutu terbaik , harga dan pasokan yang berdaya saing tinggi mmelalui pengolahan yang profesional demi kepuasan pelanggan.
3.     Memberi penghargaan kepada teman melalui kesejahteraan yang memadai, penyediaan lingkungan kerja yang aman,memberi kesempatan untuk pengembangan karier serta melakukan.
4.     Menjalin kemitran kerja sama dengan pemasokdan penyalur yang saling menguntungkan.
5.      Memberikan perhatian yang tulus kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan dukungan pembinaan sosial.








D.  TUJUAN

Untuk mengembangkan kemampuan berbisnis di era digital, meningkatkan profit, dan menjadi bagian pemicu ekonomi Indonesia dibidang ekonomi kreatif, Melatih untuk mengembangkan jiwa wirausah, Mengembangkan bakat yang dimiliki, menghasilkan produk yang berbeda dan berkualitas, Meningkatkan taraf perekonomian.
usaha baju remaja ini di buat terkhusus bagi anak muda. Yang dimana style anak muda sekarang semakin berkembang. Mengikuti perkembangan tersebut timbul sebuah ide gagasan untuk membuat sebuah usaha distro. Yang dimana menyediakan kebutuhan gaya anak muda zaman sekarang. Dengan design yang kagi trend di kalangan anak muda sekarang.

            Disini juga kami ingin memberikan fasilitas seperti produk import, dari berbagai jenis merk yang terkenal dengan harga yang sepadan dengan kualitas produk yang kami sediakan. Kami juga ingin memberikan suatu insfirasi dari design yang kami buat sendiri. Memberikan kualitas produk yang bagus adalah salah satu tujuan dari distro saya ini











BAB III
ANALISIS ASPEK PEMASARAN
A. Target pasar atau konsumsi
      Target Pasar  merupakan kunci penting yang harus diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha baju wanita online akan lebih memudahkan dan diminati oleh para konsumen. Target pasarnya yaitu para remaja remaja.
B. Ukuran dan tren pasar
      Tren bisnis pakaian tidak pernah mati, yang berubah hanya tren produk yang ditawarkan dan pelayanan.
      Trend baju yang selalu fashionable mengikuti perkembangan jaman tetapi tetap simple dalam memakai nya sangat di minati. Di tambah lagi design baju yang up to date dan tersedia berbagai macam warna dan jenis sudah pasti banyak di minati remaja
C.  Situasi persaingan
      Persaingan merupakan hal yang pasti terjadi dalam menjalankan usaha. Situasi persaingan pasar pada produk kami terutama pada produk yang sama sangat banyak. namun bila Anda berjiwa seni tinggi dan mampu menawarkan desain yang terbaik, serta tak lupa berpromosi dengan gencar, mungkin saja produk Anda akan laris manis terjual. karena bisnis ini membutuhkan kreatifitas tinggi.
D. Kalkulasi/perkiraan bagian pasar
      Girls Outfit bussinis membidik pasar dari kelas menengah ke bawah sampai mengah ke atas, dengan pemberian harga yang terjangkau dan tidak menyulitkan. Pada prinsipnya kami akan membuka usaha ini dengan suasana kekeluargaan dan pelayanan yang baik, sehingga membuat masyarakat merasa puas dengan layanan kami dan senantiasa kembali ke tempat kami. Karena segmen pasar usaha ini cenderung kemasyarakatan sehingga hal ini dapat memicu persaingan dengan usaha baju lainnya.





E.  Rencana pemasaran

1.     Strategi pasar
terdiri dari 3 elemen (Price+Place+Promotion),

   Pengembangan Produk, Melakukan evaluasi terhadap keluhan dan tanggapan terhadap kualitas pelayan dan design baju.
Melakukan riset pemasaran mengenai spesifikasi dan kualitas produk seperti apa yang diinginkan masyarakat.
   Pengembangan wilayah pemasaran, girls outfit bussines saat ini sedang berfokus pada konsumen yang ada di sekolah dan lingkuangan perkuliahan kami yang utama.

2.     Produk dan penetapan Harga
   Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga pasar. Tidak jarang kita melihat harga terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Kita perlu misalnya mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku bagus dengan harga yang murah, sehingga bisa menghasilkan produk yang bagus.

3.     Promosi 
Beberapa hal yang harus dilakukan Girls Outfit bussines untuk meningkatkan jumlah pelanggannya antara lain:
·      memasang iklan di media media online
·      Melakukan word of mouth kepada keluarga, kerabat, tetangga, ataupun teman yang ternyata lebih efektif untuk memasarkan produk dan jasa usaha ini,
·      Membuat blog di internet untuk menjangkau konsumen di luar kota



Bab III
Analisis Aspek Produksi

A.   Penetapan Harga
        Harga yang akan dikenakan adalah harga yang diperkirakan akan terjangkau oleh masyarakat sekitar. Setelah memperhitungkan dengan cukup matang, akhirnya kami tetapkan sebagai harga awal berikut adalah tabel harga jasa produk yang ditawarkan. adapun untuk selanjutnya harga akan disesuaikan dengan perkembangan selanjutnya.
No.
Jenis Produk
Harga
1
Kemeja
> Rp.   89.000,-
2
Kaos
> Rp.   90.000,-
3
Jeans
> Rp. 180.900,-
4
Gaun 
> Rp. 235.800,-
5
Kerudung
> Rp.   69.900,-
6
Rok
> Rp. 109.900,-
7
Jaket
> Rp. 199.900,-
8
Aksesoris
Rp. 24.500,- s.d Rp. 78.900,-

B.   Sumber-sumber Produk / Bahan
Untuk sumber-sumber bahan baku atau supplier pakaian, kami mengambil dari supplier atau perusahaan yang sudah terjamin dan terbukti kualitas pakaiannya dengan model dan corak yang menarik konsumen tentunya. Sehingga dengan begitu tidak merugikan berbagai pihak, baik dari pihak perusahaan maupun konsumen yang membelinya.
C.    Produk yang dihasilkan
Semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan pakaian dan fashion lainnya sehingga menghabiskan sampai 3 lusin pakaian dalam sehari, belum termasuk aksesoris yang semakin marak digunakan oleh masyarakat, khususnya oleh anak remaja.
Adapun kualitas produk atau mutu produk yang kami hasilkan memiliki beberapa keunggulan:
·         Berkualitas tinggi dan dapat memuaskan konsumen,
·         Bermacam-macam bentuk dan ukurannya dengan style yang uptodate
·         Harga terjangkau oleh kemampuan konsumen,
·         kualitas produk terjamin
·         sesuai dengan selera masyarakat


D.   RENCANA ANGGARAN

Modal kerja (perbulan)
No.
Jenis
Ukuran
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1.       
Kain Satin
20 Meter
50.000
1.000.000
2.       
Kain Sifon
20 Meter
60.000
1.200.000
3.       
Kain Tile
10 Meter
40.000
400.000
4.       
Benang
50 Biji
5.000
250.000
5.       
Tempelan Bunga
20 Biji
10.000
200.000
6.       
Renda
15 Meter
5.000
75.000
7.       
Plastic Kemas
20 Biji
1.000
20.000
8.       
Label
50 Biji
1.000
50.000
9.       
handtag
10 Biji
5.000
50.000

               TOTAL                                                                                                3.425.000

Modal Investasi

No.
Jenis
Ukuran
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1.       
Mesin Jahit
5 Buah
2.000.000
10.000.000
2.       
Mesin Obras
3 Buah
2.500.000
7.500.000
3.       
Mesin Kancing
4 Buah
5.000.000
20.000.000
4.       
Etalase
5 Buah
1.000.000
5.000.000
5.       
Hanger
20 Lusin
50.000
1.000.000
6.       
Perlengkapan (Alat jahit)


3.075.000

      TOTAL                                                                                                                            46.575.000

TOTAL MODAL USAHA                                                                                                         50.000.000




Perencanaan laba rugi

no
Uraian
Nominal (Rp)
1.       
Pendapatn Penjualan
13.500.000

Pendapatn Lain-lain


Total Pendapatan
13.500.000
2.       
Pengeluaran Usaha


a.      Harga Pokok Penjualan
4.530.000

b.      Telepon, Listrik dan Internet
900.000

c.       Transportasi
300.000

d.      Gaji Pegawai
4.000.000

e.      Pengeluaran Lainnya


Total Pengeluaran Usaha
9.730.510

Keuntungan  Usaha















BAB IV
PENUTUP

Demikian proposal ini saya susun, saya menyimpulkan bahwa berdirinya lapangan usaha ini karena kebutuhan masyarakat dan permintaan pasar yang sangat mendukung perkembangan usaha ini. Saya menyadari bahwa tiada yang sempurna di dunia ini kecuali yang Maha Kuasa.Dalam pembuatan proposal ini tentunya masih banyak kekurangan,untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna lebih baiknya penyusunan proposal yang selanjutnya.

Akhir dari penulisan proposal ini saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta berpartisipasi dalam penyusunan proposal dan pendirian “Calistha Distro”. Dan terima kasih juga atas terkabulnya proposal ini,serta saya berharap agar pelaksanaan peluang usaha yang saya dirikan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar seperti harapan saya. Atas segala waktu dan perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.