KEBIJAKSANAAN BISNIS YANG MELANGGAR ETIKA BERBISNIS
BEASELIA SALSABILA YUTIK
1EB02
21215306
MATA KULIAH :PENGANTAR
BISNIS
DOSEN : TITI AYEM
LESTARI, SE, MM
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
AKUNTANSI-S1
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa
atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana. Karena ini adalah bagian dari mata kuliah Etika Bisnis.
Harapan saya semoga makalah ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan
karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Depok, November 2015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .………………………………………………....…..…………………….……i
DAFTAR ISI …………………………………………………........................................……………..ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………..................……………..……….………..……….…….............1
BAB II ETIKA BISNIS
2.1. Pengertian
Etika Bisnis…………...…………………………………………………….…2
2.2. Macam-macam
Prinsip Etika ………………………………………………………….….2
2.3. Hal-Hal yang
Harus Diketahui dalam Menciptakan Etika Bisnis ……………………...…3
2.4. Jenis masalah
yang dihadapi dalam Etika ……….……………………………………..…4
2.5. Sasaran dan
Ruang Lingkup Etika Bisnis ………......………………………………….…4
BAB
III PEMBAHASAN
3.1. Profil
Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper ……………………………......……6
3.2. Permasalahan ………………...………………………...……………….…………………7
4.3. Analisa Masalah
…………………………………………………………..………………8
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan
…………………………………………………..…….………………...10
Saran
……………...……………………...……………………….…………………..10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Etika merupakan keyakinan mengenai
tindakan yang benar dan yang salah, atau tindakan yang baik dan yang buruk,
yang mempengaruhi hal lainnya. Nilai-nilai dan
moral pribadi perorangan dan konteks sosial
menentukan apakah suatu perilaku tertentu
dianggap sebagai perilaku yang etis atau
tidak etis. Dengan kata lain, perilaku etis
merupakan perilaku yang mencerminkan keyakinan
perseorangan dan norma-norma sosial yang diterima
secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan
yang benar dan baik. Perilaku tidak
etis adalah perilaku yang menurut keyakinan perseorangan
dan norma-norma sosial dianggap salah atau
buruk
Etika merupakan keyakinan
mengenai tindakan yang benar dan yang
salah, atau tindakan yang baik dan yang
buruk, yang mempengaruhi hal lainnya.
Nilai-nilai dan moral pribadi perorangan dan
konteks sosial menentukan apakah suatu
perilaku tertentu dianggap sebagai perilaku yang etis
atau tidak etis. Etika bisnis adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan
perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu
organisasi. Etika mempengaruhi perilaku pribadi di lingkungan
kerja. Etika bisnis merupakan hal yang sangat diperlukan oleh suatu perusahaan
agar terjadinya persaingan yang bersih dan sehat antar pelaku bisnis.
BAB II
PENGERTIAN ETIKA BISNIS
2.1.
Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah cara untuk melakukan
kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu,
perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat
membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun
hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham,
masyarakat.
2.2.
Macam-macam prinsip etika
Menurut pendapat Michael Josephson, ada 10
prinsip etika, yaitu:Kejujuran, yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh-sungguh,
terus-terang, tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan, tidak berbohong.
2.
Integritas, yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan yang terhormat, tulus
hati, berani dan penuh pendirian/keyakinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat
jahat, dan dapat dipercaya.
3.
Memeliharan janji, yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya, penuh komitmen,
patuh, tidak menginterpretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau
legalitas dengan dalih ketidakrelaan.
4.
Kesetiaan, yaitu hormat dan loyal kepada keluarga, teman, karyawan, dan negara,
tidak menggunakan atau memperlihatkan informasi rahasia, begitu juga dalam
suatu konteks profesional, menjaga/melindungi kemampuan untuk membuat keputusan
profesional yang bebas dan teliti, dan menghindari hal yang tidak pantas serta
konflik kepentingan.
5.
Kewajaran/keadilan, yaitu berlaku adil dan berbudi luhur, bersedia mengakui
kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaan perlakuan individual dan
toleran terhadap perbedaa, serta tidak bertindak melampaui batas atau mengambil
keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.
6.
Suka membantu orang lain, yaitu saling membantu, berbaik hati, belas kasihan,
tolong menolong, kebersamaan, dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang
lain.
7.
Hormat kepada orang lain, yaitu menghormati martabat orang lain, kebebasan dan
hak menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, tidak
merendahkan dan mempermalukan martabat orang lain.
8.
Warga negara yang bertanggung jawab, yaitu selalu mentaati hukum/aturan, penuh
kesadaran sosial, dan menghormati proses demokrasi dalam mengambil keputusan.
9.
Mengejar keunggulan, yaitu mengejar keunggulan dalam segala hal, baik dalam
pertemuan pesonal maupun pertanggungjawaban profesional, tekun, dapat
dipercaya/diandalkan, rajin penuh komitmen, melakukan semua tugas dengan
kemampuan terbaik, dan mengembangkan serta mempertahankan tingkat kompetensi
yang tinggi.
10.
Dapat dipertanggungjawabkan, yaitu memiliki dan menerima tanggung jawab atas keputusan
dan konsekuensinya serta selalu memberi contoh.
2.3.
Hal-Hal yang Harus Diketahui dalam Menciptakan Etika Bisnis
Menurut Richard De George, bila perusahaan
ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :
1.
Produk yang baik
2.
Managemen yang baik
3.
Memiliki Etika
Dalam
menciptakan etika bisnis, ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1)
Pengendalian diri
2)
Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility
3)
Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya
perkembangan informasi dan teknologi.
4)
Menciptakan persaingan yang sehat
5)
Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6)
Menghindari sifat KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) yang dapat merusak
tatanan moral
7)
Harus mampu untuk menyatakan hal yang benar itu adalah benar.
8)
Membentuk sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan
pengusaha ke bawah.
9)
Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
10)
Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah
disepakati.
11)
Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif
yang berupa peraturan maupun perundang-undangan.
2.4.
Jenis masalah yang dihadapi dalam Etika
1.
Sistematik
Masalah-masalah
sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai
sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis
beroperasi.
2.
Korporasi
Permasalahan
korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam
perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang
moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan
individual sebagai keseluruhan.
3.
Individu
Permasalahan
individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu
tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas
keputusan, tindakan dan karakter individual.
2.5.
Sasaran dan Ruang Lingkup Etika Bisnis
Ada 3 sasaran dan lingkup pokok etka bisnis
disini yaitu:
1.
Pertama etika bisnis mengimbau pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya secara
baik dan etis. Bisnis yang baik dan etis akan mempengaruhi keberhasilan usaha
dalam jangka panjang, Dan berfungsi menggugah kesadaran moral para pelaku
bisnis untuk berbisnis secara baik dan etis demi nilai-nilai luhur tertentu dan
demi kepentingan bisnisnya sendiri. Etika bisnis dalam lingkupnya yang pertama
ini tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal
melainkan juga menyangkut secara eksternal
2.
Kedua ialah untuk menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, buruh atau
karyawan dan masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh
dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga. Pada tingkat ini berfungsi untuk
menjaga hak hak masing masing dan kewajiban masing masing agar tidak terdapat
kecurangan kecurangan yang berfungsi untuk mengambil hak dan kewajiban setiap
orang yang bersifat merugikan orang tersebut, disini dituntut harus
mengutamakan keadilan dalam setiap bisnis yang dilaukan oleh para pelaku pelaku
bisnis.
3.
Ketiga ialah etika bisnis juga berbicara mengenai system ekonomi yang sangat
etis atau tidaknya suatu praktek bisnis. Pada tingkatan ini etika bisnis
berbicara tentang oligopoly,monopoli,kolusi dan praktek semacamnya yang akan
merugikan dan mempengaruhi suatu ekonomi di suatu Negara. Disini diperlukan
pentingnya legal-politis bagi praktek yang baik, yaitu sangat pentingnya hukum
dan aturan bisnis serta pera pemerintah yang efektif menjamin keberlakuan
aturan bisnis tersebut secara jelas dan konsekuen tanpa pandang bulu.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.
Profil Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper
Suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang
pembuatan pulp dan kertas. Perusahaan ini didirikan oleh
bapak Sukanto Tanoto yang lahir pada tahun 1949 yang bermula dari bisnis
keluarga hingga menjadi bisnis internasioanl. PT Riau Andalan Pulp and Paper
merupakan anak perusahaan Raja Garuda Mas Internasional yang merupakan pemegang
saham utama pada APRIL group ( Asia Pacific Resource Internasioanal Holding
Ltd.) berkedudukan di Jakarta pada tahun 1989, pada tahun 1995
perusahaan ini mulai beroperasi di provinsi Riau tepatnya di desa Pangkalan
Kerinci kabupaten Pelalawan, dengan kapasitas hasil produksi mencapai 750.000
ton pulp pertahun.
PT Riau Andalan Pulp and Paper melakukan
distribusi pemasaran pulp keluar negeri sekitar 85% dan
sisanya 15% dijual pada perusahaan di dalam negeri. Hasil produksi di ekspor ke
berbagai negara seperti Amerika, China, Korea, India, Taiwan, Japan, Australia
dan negara-negara di Eropa dan Asia Tenggara.
PT Riau Andalan Pulp and Paper dibangun dan
dirancang untuk mengusahkan pulp dan kertas berkualitas tinggi, dimana pulp
diproduksi secara kimia dengan proses sulfat(kraft). Sistem kontrol
diperusahaan ini telah masuk kedalam system ISO ynag digunakan sebgai tanda
untuk menentukan kualitas dunia dari suatu produk. Beberapa bahan kima yang
digunakan dipabrik diantaranya adlaah CIO2, CL2, NaCl.
Selain itu PT Riau Andalan Pulp and Paper merupakan perusahaan swasta yang
berkembang pesat dan mendapatkan sertifikat ISO 9002 dan ISO 14001. Perusahaan
ini menggunakan teknologi produksi yang canggih yaitu superbatch administator
digester system dan sistenm produksi yang telah baik dengan pengontrolan yang
canggih serta manaejemen yang telah baik, baik dari segi produksinya maupaun
pada tingkat cooperate.
3.1.1
Sistem Pengupahan
Perusahaan akan membayar upah berdasarkan
rangking, status jabatan, prestasi dan kepemimpinan. Upah yang dibayar kepada
para pekerja termasuk gaji pokok, tunjangan dna lembur.
Kenaikan gaji berdasrkan penyesuaian ekonomi tahunan dan nilai. Nilai kenaikan
upah berdasarkan prestasi karyawan dan upah karwayan akan ditinjau setiap bulan
April. Untuk tenaga kerja Indonesia akan menerima THR sebagaimana peraturan
ketenagakerjaan Indonesia, setelah 12 bulan masa kerja. Karyawan yang telah
bekerja 3 bulan atau lebih akan diberi THR sebgaimana peraturan perushaan.
Pembayaran tunjangan dilaksanakan 2 minggu sebelum hari raya/tahun baru dan
tidak berlaku untuk tenaga kerja asing. Bonus ditentukan berdasrakan prestasi
karyawan dan perusahaan.
3.2.
Permasalahan
Akibat persaingan kurang sehat pihak
perusahaan kini melakukan berbagai cara untuk merekrut tenaga kerja yang
diiming-imingi kenaikan gaji. Berawal dari kekecewaan dengan management PT Riau
Andalan Pulp and Paper (RAPP), ratusan karyawan di masing-masing departemen
perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci mengancam bakal hengkang
dari perusahaan dan hijrah Ke PT Indah Kiat.
Kekecewaan tersebut dikarenakan perusahaan ini
telah ingkar janji dengan para karyawan terkait bonus yang akan diberikan. Dimana
sebelumnya, para karyawan yang bekerja di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)
diberikan janji oleh pihak management dengan bonus kesejahteraan bila target
perusahaan tercapai. Namun meski target perusahaan telah tercapai empat bulan
lewat, janji perusahaan yang akan memberikan bonus pada karyawan tak kunjung
terealisasi.
Alhasil, para karyawan yang merasa dikecewakan
berniat untuk hengkang dari perusahaan kayu milik Taipan Sukanto Tanoto itu.
Tak tanggung - tanggung, ada sekitar 80 persen karyawan dari masing-masing
departemen yang berencana akan hengkang ke PT Indah Kiat. Namun niat para
karyawan agak sedikit terhalang, pasalnya pihak perusahaan tak mau melepaskan
begitu saja para karyawannya.
Beberapa Top Management PT Riau Andalan Pulp
and Paper (RAPP) seperti David Ceer, Timo Hakkinen, Elwan Jumandri dan Jhoni W
Sida langsung datang ke lokasi di Grand Hotel Pangkalan Kerinci, tempat
beberapa karyawan PT Riau Andalan Pupl and Papaer (RAPP) akan melakukan
interview dengan PT. Indah Kiat.
Berdasarkai salah satu karyawan di lokasi
kejadian, memang ada beberapa orang dari pihak perusahaan berpakaian preman
terlihat mondar-mandir di lingkungan hotel. Salah seorang karyawan yang akan
diinterview oleh PT Indah Kiat di Pangkalan Kerinci dan wanti-wanti namanya
minta dirahasiakan mengakui kekhawatirannya. Pasalnya, dia bersama
kawan-kawannya melihat sendiri bahwa pihak perusahaan
PT Riau Andalan Pupl Paper (RAPP) membawa
security berpakaian seragam dan bebas datang ke lokasi hotel. Dilain sisi
menanggapi hal ini secara pribadi pihak Stokeholder Relations Manager PT Riau
Andalan Pulp Paper (RAPP) Wan Zak mengatakan, bahwa hal itu tidak benar, soal
pengamcanam untuk hengkang sudah kedua kali. Dan untuk keluar dari perusahaan
karyawan tergantung kesepakatan Mou kontrak kerja sebelumnya. Jadi tak akan
segampang itu untuk keluar dari perusaahan.
Adanya rumor interview oleh pihak perusahaan
pulp PT. Indah Kiat, bagi sejumlah karyawan HRD PT Riau Andalan Pulp Paper,
menurut wan Zack, tindakan itu merupakan persaingan bisnis yang tak sehat. Dan
dinilai merusak etika bisnis. Ia menambahkan selama ini karyawannya telah
mendapat ilmu pengetahuan dan bimtek yang cukup handal lalu kenapa tiba-tiba
ada perusahaan yang merekrut dengan sistem persaingan tak sehat.
4.3.
Analisa Masalah
Menut penulis disini ada beberapa kesalahan
yang dilakukan oleh kedua perusahaan diatas. Hal pertama adalah kesalahan yang
dilakukan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang sudah melanggar
Prinsip Etika bisnis yaitu prinsip kejujuran, prinsip keadilan dan prinsip
tidak berbuat jahat dan berbuat baik. Pada prinsip kejujuran, perusahaan sudah
ingkar janji atau telah melanggar perjanjian dengan para karyawan mengenai
pemberian bonus jika target perusahaan tercapai, perjanjian yang disepakati bersama
telah diabaikan oleh PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) sehingga menimbulkan
kekesalan para karyawannya dan mengakibatkan banyak yang mengancam keluar dari
perusahaan.
Sedangkan pada prinsip keadilan , disini ada
kaitanya dengan prinsip kejujuran dimana perusahaan seharusnya memberikan
sesuatu yang sudah menjadi hak para karyawan tersebut, di mana prestasi dibalas
dengan kontra prestasi yang sama nilainya, tetapi persuahaan malah
mengaibakannya hanya memikirkan keuntungan perushaan tanpa memikirkan nasib
para karyawannya.
Dan
yang terakhir yaitu Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik dimana pada
kasus ini yang diuntungkan hanya satu pihak yaitu pihak PT Riau Andalan Pulp
Paper (RAPP) padahal akan lebih baik dan bijak jika kedua belah pihak sama-sama
merasa keuntungan yaitu di pihak perusahaan telah mencapai targetnya dan di
pihak para karyawannya akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka
yaitu bonus dari kerja keras mereka selama ini. Jika saja perusahaan lebih
memperhatikan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan maka hal – hal yang
tidak diinginkan tidak akan terjadi.
Untuk PT Indah kiat juga sebaiknya tidak
langsung mengambil kesempatan dalam kesempitan pada situasi yang dialami oleh
PT Riau Andalan Pulp Paper, karena permasalahan antara PT Riau Andalan Pulp
Paper (RAPP) dengan para karyawannya belum selesai tidak diketahui secara
pasti, akan lebih baik bijak seandainya jika PT Indah kiat tidak mengambil
keuntungan dari konflik tersebut.
BAB IV
PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Dalam kehidupan berbisnis di zaman sekarang
etika bisnis sangat diperlukan sekali, karena dengan memiliki etika bisnis
dalam menjalankan suatu perusahaan maka akan mengurangi hal-hal yang merugikan
baik dari pihak perusahaan, pihak karyawan-karyawannya maupun lingkungan
eksternal perusahaan yang tidak akan ada yang dirugikan dan tidak akan ada yang
menjadi korban. Tetapi jika dalam suatu perusahaan tidak menggunakan etika
bisnis maka akan merugikan salah satu pihak tersebut seperti pada kasus PT Riau
Andalan Plup and Paper yang melakukan pelanggaran etika bisnis dengan tindakan
ketidak jujuran dan ketidak adilan terhadapa para karyawannya akan janji yang
telah diberikan perusahaan. Akibat hal ituh tentu saja akan membawa dampak yang
tidak baik bagi kelangsungan hidup perusahaan. PT Riau Andalan Pulp and Paper
telah membohongi dan mengikari janji kepada para karyawannya. Berdasarkan
inti uraian pembahasan, yaitu mengenai kasus pelanggaran etika dalam bisnis
khususnya dalam hal ketidak jujuran, ketidak adilan yang telah dilakukan oleh
PT Riau Andalan Pulp and Paper terkait masalah pemberian bonus kepada para
karyawannya yang telah ada perjanjian antara pihak PT Riau Andalan Pulp and
Paper dengan pihak karyawannya.
4.2.Saran
1.
Bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper agar lebih memperhatikan lagi kelangsungan
hidup para karyawannya dengan jangan memberikan iming-iming yang nantinya tidak
akan dapat terlealisasikan. Sebaiknya hasil kerja keras karyawan dibayar dengan
apa yang telah mereka kerjakan. Dengan begitu maka pelanggaran dalam prinsip
etika bisnis dapat dihindarkan demi masa depan perusahaan tersebut.
2.
Apabila dalam suatu perusahaan sedang terjadi permasalahan internal, jangan
sekali-kali bagi perusahaan lain untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Agar kehidupan bisnis dinegara kita akan semakin maju berlandaskan pada
kejujuran, keadilan dan perbuatan-perbuatan yang baik serta melakukan
persaingan dengan cara sehat.
Daftar Pustaka

maksih ya mbak cakep
BalasHapus